Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Pemerintah Kota/Pemkot Surabaya mewajibkan peserta ujian tulis berbasis komputer untuk membawa hasil rapid test atau swab saat melaksanakan tes yang dimulai pada Minggu ini. Universitas Airlangga/Unair yang ditunjuk sebagai salah satu tempat penyelenggara tes akan melaksanakan sesuai aturan dari pemkot, meskipun dalam peraturan lembaga tes masuk perguruan tinggi tidak ada aturan tersebut. Seperti yang tampak di Unair beberapa hari sebelum dilaksanakan ujian tulis berbasis komputer, panitia melakukan persiapan ruangan untuk pelaksanaan utbk gelombang satu seperti kewajiban peserta untuk mencuci tangan sebelum masuk ke gedung tes. Kemudian, peserta diminta menunggu ke ruang transit yang jaraknya telah diatur 1,5 meter antar kursi.

Terakhir, di ruang pelaksanaan tes, 120 komputer yang disediakan tidak digunakan sepenuhnya, sebab diatur berjarak sehingga hanya 80 komputer per ruangan yang bisa digunakan. Sementara itu, Humas Unair, Suko Widodo, mengaku jika aturan kewajiban tes SWAB atau rapid bagi peserta UTBK terbilang mendadak. Padahal, penerapan hidup sehat sesuai protokol kesehatan yang berlaku di era normal baru jauh lebih penting dibandingkan hanya sekedar tes rapid. Pelaksanaan UTBK kali ini memang terbilang lebih rumit karena bertepatan dengan pandemi covid-19.

Bagi peserta yang hasil tes SWAB atau rapidnya dinyatakan positif atau reaktif, panitia memberi kelonggaran untuk tidak mengikuti tes UTBK di gelombang pertama pada 5 sampai 14 Juli. Namun, diganti mengikuti tes di gelombang kedua pada 20 sampai 29 Juli. Jika peserta tetap tidak bisa mengikuti pada gelombang kedua, masih ada waktu perpanjangan waktu pelaksanaan tes pada 1 sampai 3 Agustus. (agung/stv)