Bojonegoro, (bisnissurabaya.com) – Sejak sepekan terakhir, warga bantaran sungai Bengawan Solo diresahkan dengan air sungai yang tak bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari. Warga menduga jika aliran sungai terpanjang di Pulau Jawa tersebut tercemar limbah dari daerah hulu sungai. Warga bantaran sungai Bengawan Solo yang terdapat di Kabupaten Bojonegoro sejak sepekan terakhir resah akibat air sungai terpanjang di pulau jawa tersebut kini tidak bisa lagi dimanfaatkan oleh warga. Air yang berwarna hijau kecoklatan membuat warga enggan untuk mandi karena mereka merasa gatal – gatal jika memaksakan mandi di sungai tersebut.

Warga pun, enggan mengambil airnya untuk dimasak. Selain itu, warga yang seringkali memancing di sungai ini juga mengeluh karena sepinya ikan berkumpul, sehingga membuat para pemancing enggan untuk memancing di sungai bengawan solo. Jefri, warga bantaran Sungai Bengawan Solo, mengatakan, pada musim kemarau seperti ini seringkali Sungai Bengawan Solo tercemar akibat turunnya debit air sungai.

Selain itu, sampah yang berserakan juga menjadi salah satu faktor tercemarnya Sungai Bengawan Solo. Warga berharap, agar pemerintah daerah segera mengatasi hal tersebut, agar sungai yang menjadi kebanggaan warga Bojonegoro kembali bersih dan dapat dimanfaatkan oleh warga kembali. (mulyanto/stv)