Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Sebagian pasangan memilih menunda pernikahan mereka di tengah pandemi covid-19. Namun, bagi pasangan yang tetap ingin melangsungkan pernikahan, tentunya harus menerapkan protokol kesehatan sesuai standart yang ditetapkan kementrian kesehatan. Penyemprotan disinfektan ke seluruh ruangan juga dilakukan sebelum acara dimulai untuk memastikan ruangan steril dari virus. Selanjutnya proses akad nikah yang dilakukan di tengah pandemi covid-19, pengantin dan penghulu serta saksi, menggunakan sarung tangan dan masker, serta tetap menerapkan phsycal distance. Founder Lyly Wedding Service, Yessie Widya, mengatakan, untuk para tamu undangan dilakukan pengecekan suhu diatas 38 derajat celcius tidak diperkenankan untuk memasuki venue acara dan sudah disiapkan ruang tunggu. Semua tamu diwajibkan memakai masker dan menggunakan hand sanitizer di pintu masuk.

Para tamu juga diberikan barcode untuk discan dengan menggunakan smartphone sebagai pengganti kotak uang, agar mengurangi penularan covid-19 dari kertas uang. Didalam venue juga diterapkan sosial distancing, dan juga pembatasan tamu yang masuk secara bergantian. Dalam resepsi pernikahan di masa pandemi seperti sekarang ini, pengantin menggunakan video conference dan live di media sosial untuk menyapa teman dan kerabat yang tidak bisa hadir langsung ke acara resepsi.

Founder CUA Organizer and Decoration, Rico Ferdinan, menyatakan, dengan adanya simulasi pernikahan di tengah covid-19 ini, bisa menjadi referensi bagi para calon pengantin agar tetap bisa melakukan resepsi pernikahan. Namun, perlu diingat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah, agar bersama-sama memutus rantai penyebaran covid-19 di indonesia terutama di Jawa Timur. (irwanda/stv)