(Surabaya, bisnissurabaya.com) – Pandemi corona yang menerpa Jawa Timur/Jatim empat bulan terakhir ini memporak porandakan dunia bisnis. Mulai modal besar hingga Usaha Mikro, Kecil, Menengah/UMKM. Sepinya pembeli, dan tidak ada lagi pesanan yang masuk, menjadikan pelaku usaha tersungkur dan terjerembab dalam kondisi kebangkrutan. Sebagai wirausaha yang memiliki insting enterpreunership yang tinggi, memaksa mereka mencari cara dan mengembangkan inovasi untuk bisa segera keluar dari situasi krisis yang menghimpit ini.

Termasuk dengan banting setir memulai usaha lain yang sedang trend di era krisis. Hal itulah yang dilakukan, Muhammad Syafik, seorang pengusaha UMKM produsen sepatu dan klompen hias, di daerah Klangonan Kebomas Gresik. Setelah bertahun-tahun malang melintang di usaha pembuatan alas kaki, kini putar haluan di produksi pembuatan masker dan face shield (pelindung wajah) yang tengah booming di musim covid 19 ini. “Saya menggerakkan potensi teman-teman UMKM untuk memproduksi masker dan pelindung wajah, karena mereka mempunyai kemampuan dasar menjahit,” kata penggerak Pesantren Bisnis Indonesia/PBI, M Syafik, kepada bisnissurabaya.com, di Gresik Jum’at (3/7).

M Syafik (kanan). (foto/nanang)

Dengan bersinergi pelaku UMKM lain dalam jaringan bisnisnya, masker buatan M Syafik, sudah beredar di seluruh Indonesia. Pelanggannya pun, bermacam-macam. Mulai dari sekolah, instansi pemerintah, hingga swasta. Mereka rata-rata memesan jumlah yang banyak untuk memenuhi kebutuhan pegawai atau anak didik di institusinya masing-masing. “Masker anak, saat ini yang paling laris, permintaannya terus meningkat” jelas aktifis Banser NU Gresik ini.

Masker

Sebagai pimpinan dari komunitas pelaku UMKM, M Syafik, berharap, agar virus corona dapat segera berakhir, supaya keadaan ekonomi kembali normal. Banyak pesanan yang masuk, sehingga para pelaku UMKM dapat kembali berproduksi. Saat ini, sektor handycraft seperti kerajinan kayu, anyaman bambu, batik, dan makanan ringan, seperti cookies, kerupuk, keripik, dan sambal, menjadi kelompok yang sangat terdampak dari pandemic virus mini asal Wuhan ini. (nanang)