Tuban, (bisnissurabaya.com) – Terkait mewabahnya listeria akibat jamur enoki, Mentan, Syahrul Yasin Limpo, masih melakukan kajian pada jamur tersebut. Jamur enoki yang dinilai jamur yang mengandung bakteri monocytogenes dan berbahaya bagi tubuh masih dalam penelitian. Ungkapan tersebut dikemukakan saat kunjungan kerja di Tuban Jumat (26/6) kemarin.

Kedatangan Mentri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, di acara Hulu Hillir Agro Maritim Desa Ngadirejo Kecamatan Widang Kabupaten Tuban disambut para petani di desa setempat. Kedatangan Kementan RI ini dalam rangka kunjungan kerja untuk melihat olahan tanah sawah dan proses penanaman padi di desa setempat. Mentan didampingi Wagub Jatim, Emil Dardak, serta Bupati Tuban Fathul Huda. Kementan langsung mengecek kondisi alat pertanian bantuan untuk petani setempat, serta melihat sistim kerja alat tanam modern. Mentan mengatakan, dengan adanya jamur enoki yang kini sudah ada dan dikonsumsi oleh masyarakat, namun Kementan RI akan melakukan kajian pada jamur enoki yang beredar di pasaran.

Serta akan melakukan penelitian lebih mendalam, terhadap jamur yang terbukti mengandung bakteri monocytogenes tersebut. Pengkajian atau penelitian pada jamur enoki dari Korea Selatan itu, akan terus dikaji secara mendalam, karena bidang litbang Kementerian Pertanian RI sudah menemukan kandungan bakteri berbahaya itu. Untuk secepatnya akan dilakukan penyetopan atau penarikan, sebelum masyarakat mengkonsumsinya. Akibat dari jamur itu, kini sudah mewabah bakteri listeria di beberapa negara. Dari jamur enoki yang ada kandungan yang membahayakan bagi tubuh manusia apabila dikonsumsi. Dengan adanya kabar mewabahnya bakteri listeria akibat jamur enoki, diharapkan pada masyarakat harus hati-hati untuk mengkonsumsi jamur tersebut demi kesehatan tubuh kita sendiri. Apalagi saat ini, Indonesia masih terwabah virus covid-19. Sehingga warga masyarakat di himbau untuk selalu hidup bersih serta selalu memakai masker. (mulyanto/stv)