Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Ini peringatan dari Komisi Nasional/Komnas Perlindungan Anak. Jangan membuat eksperimen terhadap anak dengan ujicoba membuka sekolah. Apalagi, 94 persen sekolah tidak siap dengan protokol kesehatan. Penegasan itu dikemukakan Ketua Komnas Perlindungan Anak, Aris Merdeka Sirait, ketika berbicara dalam webinar zoom dengan thema ‘Kontroversi Penerapan New Normal di Lingkungan Pendidikan’ Sabtu (27/6) pagi. “Tidak ada kata kompromi dan damai.

dr Eko Wahyu Agustin

Selama vaksin belum ditemukan jangan buka sekolah,” kata Sirait, berapi-api. Apalagi peristiwa di Jepang dan Korea harus dijadikan contoh. “Di kedua negara itu begitu sekolah dibuka kembali besoknya ada 70 anak meninggal dunia,” kilahnya. Karena itu, sekali lagi Aris Merdeka Sirait, mengingatkan selama vaksin belum ditemukan pemerintah khususnya kementerian pendidikan jangan sekali-kali membuka kembali sekolah. Ingat, 94 persen sekolah di Indonesia belum siap new normal dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Sirait tidak dapat membayangkan bagaimana bila sekolah dibuka kembali di tengah penyebaran covid-19 yang masif. Dia setuju tahun ajaran baru 2020 dibuka kembali pada 13 Juli tetapi pelaksanaannya tetap belajar dari rumah. “Saya lihat belajar daring dari rumah itu sangat bagus sekali untuk memutus mata rantai penyebaran civid-19. Belajar daring juga bermanfaat menguji kesabaran siswa. Mau tidak mau belajar dengan cara tatap muka di kelas akan berkurang,” ujarnya. Demikian juga pembicara lainnya Anggota DPRD Jatim, Daniel Rohi dan Praktisi Kesehatan dr Eko Wahyu Agustin. Kedua pembicara ini sepakat dengan apa yang dikemukakan Aris Merdeka Sirait. “80 persen sekolah tidak siap dengan protokol kesehatan,” kata Daniel dan Eko ini.

Anggota DPRD Jatim, Daniel Rohi

Sedangkan dr Eko, mempertanyakan apakah sudah aman bila sekolah dibuka kembali. Sisi positifnya, anak-anak gembira bertemu dengan teman-temannya. Tetapi, sisi negatifnya, masalah kesehatan anak. “Siapa yang mengontrol anak di sekolah. Apakah anak-anak sudah menjaga jarak di kelas dan sekolah?” tanya dr Eko. (bw)