Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Fungsi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial/BPJS Kesehatan dalam wabah Corona hanya terbatas sebagai verifikasi. Sesuai dengan tugasnya, ada 58 rumah sakit/RS yang lengkap dan sudah mendapat klaim dana sekitar Rp 58 miliar. Penegasan itu dikemukakan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Utama Surabaya Herman Dinata Miharja, dalam webinar zoom dengan thema ‘Perpres 64/2020 Sebagai Bagian Upaya Membangun Ekosistem JKN yang Sehat dan Berkesinambungan’ Jumat (26/6).

“Yang sudah lengkap ada 58 rumah sakit dengan nilai klaim Rp 58 miliar,” kata Herman. Menurut dia, sebetulnya masih banyak lagi rumah sakit di Surabaya yang mengajukan klaim pengobatan pasien covid-19. Hanya saja, setelah proses verifikasi oleh BPJS Kesehatan Kantor Cabang Utama Surabaya terpaksa dikembalikan karena kurang lengkap. Berdasarkan catatan BPJS Kesehatan Cabang Utama Surabaya, klaim sebesar Rp 58 miliar itu sejak 28 Februari lalu.

Sedangkan mulai April – Mei pasien covid-19 mulai melonjak tajam terutama penderita dari Surabaya. Selain berbicara masalah klaim rumah sakit rujukan yang menangani oasien covid-19, Herman, banyak mengulas tentang Perpres 64/2020 dan era new normal di lingkungan BPJS Kesehatan. Berdasarkan Perpres 64/2020 iuran BPJS Kesehatan mulai 1 Juli mendatang besaran adalah, kelas 1 sebesar Rp 150.000, kelas 2 Rp 100.000 dan kelas 3 naik menjadi Rp 42.000. “Khusus kelas 3, masyarakat tetap membayar Rp 25.500 sedangkan sisanya Rp 16.500 disubsidi pemerintah,” ujarnya.

Jadi, masyarakat tidak perlu bingung terutama yang kelas 3 karena mulai 1 Juli tetap membayar Rp 25.500. Orang nomor satu di lingkungan BPJS Kesehatan Kantor Cabang Utama Surabaya ini juga berbicara era new normal. Intinya, pada era new normal ini, pihaknya memanfaatkan canggihnya digitalisasi untuk mengurus BPJS. Misalnya, soal penambahan anggota keluarga cukup melalui 1500 400. Demikian juga dengan perubahan data bayi serta merubah/turun kelas dsb. Menurut dia, layanan di kantor hanya terbatas pada yang urgen saja. (bw)