Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Warga kampung pagesangan digegerkan dengan inseden tertukarnya jenasah saat akan dimakamkan. Pihak keluarga yang tak terima dengan kejadian ini, minta petugas pemakaman dari rumah sakit mengambil kembali jenazah untuk ditukar dengan jenazah yang asli. Kabar adanya jenazah tertukar saat hendak dimakamkan di kompleks pemakaman kelurahan pagesangan di surabaya ini sempat direkam warga dan viral di group whataps. Dalam video berdurasi 1 menit 39 detik ini nampak petugas pemakaman mengenakan baju hazmat dan alat pelindung diri lengkap. Mereka membawa jenazah ke pemakaman umum kelurahan pagesangan menggunakan ambulance. Petugas tampak sibuk mengangkat sebuah peti jenazah berwarna coklat gelap, dan terselubung lapisan plastik. Anehnya belum sempat dimakamkan, petugas kembali mengangkat peti jenazah dan dimasukkan kembali ke mobil ambulnce lalu pergi. Jenazah yang akan dimakamkan ini ternyata tertukar dengan jenazah lain. Menurut ponidi, saksi mata yang ikut memakamkan, membenarkan peristiwa ini.

Insiden ini terjadi saat dirinya dan belasan warga lan, menemani keluarga almarhum menunggu kedatangan jenazah dari rumah sakit. Saat mobil jenazah tiba dan menurunkan sebuah kotak peti mayat ke dekat liang lahat. Ternyata, identitas jenazah berjenis kelamin perempuan yang tinggal di kawasan Wonocolo, Surabaya. Karena identitasnya tak sama, pihak keluarga pun marah dan minta petugas kembali mengangkat jenazah untuk ditukar dengan jenazah yang asli. Selang setengah jam, mobil ambulance kembali datang dan membawa peti mati berisi jenazah atas nama Samsul Hadi. prosesi pemakaman yang sempat tertunda pun kembali dilanjutkan. Saksi mata warga Pagesangan, Ponidi, mengatakan, dari informasi keluarga, almarhum Samsul Hadi, (59) warga Pagesangan Surabaya ini merupakan pasien penyakit jantung yang sempat dirawat di rumah sakit swasta di kawasan Wonokromo Surabaya. Ia masuk rumah sakit selasa malam dan akhirnya meninggal dunia. Hingga saat ini, baik pihak kelurga, rumah sakit, maupun kepolisian belum ada yang memberi komentar terkait insiden ini. (feri/stv)