Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Keberadaan Surabaya pasca pandemi menjadi perhatian banyak orang. Banyak hal yang harus disiapkan oleh pemerintah, swasta, maupun masyarakat untuk menyambut keadaan normal baru. Mulai dari persiapan penerapan protokol kesehatan, penataan sosial, hingga pemulihan ekonomi. Dari sekian banyak bakal calon Walikota Surabaya yang akan bertarung pada pilwali 9 Desember, Sri Setyo Pertiwi, yang dikenal dengan Ning Tiwi, lebih dulu siap dengan konsep penataan Surabaya pasca pandemi covid 19.
“Bila terpilih menjadi Walikota Surabaya, program utama saya adalah memulihkan ekonomi masyarakat,” kata bakal calon Wali Kota Surabaya dari PDI Perjuangan, Sri Setyo Pertiwi, didampingi Kordinator tim suksesnya, Andi Soedirman, kepada bisnissurabaya.com di Hotel Elmi Surabaya beberapa hari yang lalu.

Dalam Dokumen visi Masyarakat Surabaya Sejahtera, Makmur, dan Damai yang digagas perempuan cantik berhijab ini, terdapat konsep pemulihan fisik, mental, dan material untuk masyarakat yang mengedepankan pembenahan psikis. Mengingat saat penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), kondisi warga lebih banyak mengalami pembatasan yang mengarah kepada tekanan dan ketakutan. Kondisi yang tidak sehat seperti ini harus segera diakhiri, supaya masyarakat bisa kembali menjalankan aktifitas ekonomi dan sosialnya. Lebih lanjut, Andi Soedirman yang juga mantan Anggota DPRD Surabaya 2 periode menambahkan, seluruh program pemulihan akan dilakukan secara menyeluruh dengan pengawasan melekat.

Apabila Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya
memberikan bantuan sembako kepada masyarakat, dipastikan semua komponen masyarakat mendapat bantuan tersebut. Selama tidak semua orang bisa merasakan bahan makanan yang terdistribusi. “Golongan lanjut usia/ lansia, anak bawah lima tahun/ balita, dan penyandang disabilitas, seringkali luput dari sentuhan pemerintah. Bayi tidak pernah mendapatkan bantuan susu, padahal mereka adalah golongan yang paling rentan,” jelas Andi Soedirman. Pada saat menjabat Walikota Surabaya, dan visi misinya diberlakukan. Ning Tiwi memastikan menggandeng seluruh komponen masyarakat.

Tidak hanya, Goplongan pengusaha semata, tetapi juga dari kalangan pekerja, pedagang kaki lima, penggiat usaha menengah kecil mikro/UMKM, sopir angkot, dan pengemudi ojek online “Peran sektor formal dan informal seperti mereka dalam pemulihan ekonomi, tidak bisa diabaikan,” tambah Andi Soedirman, politisi yang juga pengusaha property ini.
Kondisi perekonomian pasca pemberlakuan new normal, diharapkan dapat kembali pulih , dimana perkantoran, mall, toko, dan warung kembali buka seperti biasa. Masyarakat dapat bersosialisasi dan bercengkerama sambil minum kopi bersama.
“Diyakini atau tidak, kearifan lokal ngopi bareng di warung kopi maupun gardu seperti ini dapat mempercepat proses pemulihan psikis akibat tekanan covid 19,” pungkas arek Suroboyo putra Makassar ini. (nanang)