Bojonegoro, (bisnissurabaya.com) – Berbagai cara dilakukan masyarakat untuk melihat langsung fenomena alam gerhana matahari cincin. Di Kabupaten Bojonegoro, sejumlah anak-anak antusias menyaksikan fenomena alam langka di langit, menggunakan media sederhana. Yakni, ember berisi air dan kamera digital. Namun sayang, langit sedang mendung, gerhana matahari di langit Bojonegoro ini, tak dapat disaksikan secara sempurna.
Cara unik dan sederhana untuk melihat gerhana matahari cincin ini, dilakukan anak-anak di desa Sambongrejo, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro. Mereka penasaran, atas terjadinya fenomena alam langka ini. Tampak antusias di halaman rumah, sambil membawa ember berisikan air.

Cara ini, dilakukan demi melihat gerhana matahari cincin, yang menghiasi langit Bojonegoro, minggu sore, sekitar pukul 15.00 wib kemarin. Selain tak ada teleskop, metode tradisional yang dilakukan anak-anak ini, juga dinilai lebih aman, dibandingkan melihat langsung dengan mata telanjang, yang dikhawatirkan berdampak buruk pada penglihatan.

Selain mengamati gerhana melalui ember air, anak-anak, juga dapat menyaksikan gerhana matahari, melalui kamera digital, yang disediakan warga setempat. Namun sayang, karena langit di wilayah Bojonegoro, sedang mendung, gerhana matahari hanya dapat dilihat dalam waktu singkat, tak lebih dari dua menit.
Itupun hanya pada saat proses gerhana akan berlangsung. Sementara, tepat saat memasuki puncak gerhana, matahari redup sudah tak terlihat, karena telah tertutup awan tebal yang menghiasi langit Bojonegoro. Meski hanya dapat melihat gerhana secara singkat, Nabil Jazil dan Noval, bocah di Desa Sambongrejo, mengaku puas. Mereka senang, lantaran dapat melihat langsung proses terjadinya gerhana matahari. Seperti yang pernah diajarkan di sekolah.

Jika langit sedang cerah, di wilayah Bojonegoro, gerhana matahari cicin, dapat teramati selama 50 menit pada minggu sore kemarin, mulai pukul 14.57 WIB yang mencapai puncaknya pada pukul 15.21 WIB, dan berakhir pukul 15.48 WIB. (mulyanto/stv)