Sidoarjo, (bisnissurabaya.com) – Nasabah Bank Bukopin Cabang Sidoarjo, Dedi Setiawan Tan (55) kembali di buat emosi dan kecewa oleh pihak bank. Pasalnya pada Minggu (21/6), Dedi, sudah membuat kesepakatan dengan Bank Bukopin Cabang Sidoarjo, bahwa uang yang di Deposito-kan dijanjikan Senin (22/6) ini bisa dicairkan senilai Rp 45 Miliar. Kenyataannya, hanya dicairkan Rp 640 juta, dari permintaan Rp 45 Miliar. Padahal, Dedi, mengaku punya deposit kurang lebih Rp 75 Miliar. Dedi mendeposit-kan uangnya dengan fasilitas dapat dicairkan sewaktu-waktu atau breakeble.

“Hari ini, Bank Bukopin hanya bisa menyediakan dana Rp 640 juta. Tidak sesuai dengan yang dijanjikan. Kalau seperti ini, bank ini sudah bangkrut,” kata Dedi Setiawan Tan, saat ditemui di depan Kantor Bank Bukopin Cabang Sidoarjo, Senin (22/6).

Dia menilai, Bank Bukopin Cabang Sidoarjo sudah tidak memiliki etikad baik, karena pihak Bank Bukopin tidak berani memberikan jaminan dan berjanji kapan sisa depositonya dapat dicairkan semuanya. “Kami hanya butuh kepastian, kapan sisanya akan dicairkan, tapi mereka tidak berani memberi jaminan. Mereka sudah bekerja secara tidak profesional,” jelas pengusaha baja ini. Langkah selanjutnya, kata dia, pihaknya akan melaporkan kejadian ini kepada pihak yang berwajib. Menurut dia, tindakan yang dilakukan pihak Bank Bukopin Cabang Sidoarjo sudah masuk dalam kategori penggelapan dan penipuan terhadap nasabah.

“Kita akan laporkan ke Polresta Sidoarjo, karena mereka sudah tidak berani menjawab dan menjamin kapan uang saya akan dicairkan,” ungkap pria asal Jakarta itu. Secara terpisah, FN salah satu Nasabah Bank Bukopin Cabang Sidoarjo saat ditemui ketika akan mengantri ambil uang, mengaku memiliki tabungan asuransi pendidikan untuk anaknya.

Namun, dia menyatakan, setelah mendengar kabar kurang sedap tentang keuangan Bank Bukopin, ia ingin mengambil semua uang tambungan tersebut. “Sebenarnya, saya ingin mengambil semua, tapi pihak bank dari kemarin dibatasi hanya boleh mencairkan Rp 5 Juta per hari,” kilahnya.

Ia juga menceritakan, bahwa hari ini pihaknya sudah menunggu selama dua jam lebih di Kantor Bank Bukopin Cabang Sidoarjo, “tapi tidak kunjung mendapat giliran dipanggil, apakah uangnya sudah habis ya mas?,” tanya FN dengan nada kesal. (rin)