Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Selama satu semester ini, terdapat 54 perkara kasus korupsi di Jawa Timur/Jatim yang ditangani Kejati Jatim dalam persidangan. Berbagai faktor pemicu yang melatarbelakangi perbuatan korupsi, diantaranya faktor ekonomi, memperkaya diri sendiri atau orang lain. Karena itu, Kejati Jatim terus melakukan upaya preventif kepada pegawai pemerintahan supaya tidak ada lagi yang melakukan tindakan korupsi. Data kejaksaan Tinggi Jatim, selama satu semester ini, dari Januari hingga saat ini, di Jatim ada 54 perkara kasus korupsi yang dilakukan pejabat pemerintahan dari berbagai wilayah di Jatim.

Ke-54 kasus tersebut sudah ada yang disidangkan oleh pihak Kejati Jatim dan jajarannya, maupun ada pula kasusnya yang masih dalam proses persidangan di pengadilan tindak pidana korupsi Surabaya. Dari sekian banyak kasus korupsi tersebut, kabupaten Trenggalek paling banyak kasusnya, dengan 7 perkara korupsi. Disusul kota Surabaya wilayah Kejaksaan Negeri/Kejari Tanjung Perak yang menanggani 6 perkara, serta wilayah Kejari Surabaya dengan lima perkara. Selain itu, Kabupaten Situbondo terdapat lima kasus korupsi.

Sementara kabupaten Jombang ada empat perkara.
Kepala Seksi Penuntutan Pidana Khusus Kejati Jatim, Endang Tirtana, mengatakan, berbagai faktor pemicu yang melatarbelakangi perbuatan korupsi yang dilakukan oleh para terdakwa. Diantaranya, faktor ekonomi seperti memperkaya diri sendiri atau orang lain. Karena itu, Kejati Jatim terus melakukan upaya preventif kepada pegawai pemerintahan yang ada di Jatim supaya tidak ada lagi yang melakukan tindakan korupsi maupun menerima suap. (agung/stv)