Surabaya,(bisnissurabaya.com) – Koordinasi antara tim gugus tugas Provinsi Jatim, dan Kota Surabaya kembali memanas. Kondisi itu tak lepas dari tidak sinkronnya data kasus confirm covid-19 antara tim gugus tugas Provinsi dan Kota Surabaya. Koordinator Bidang Pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya, Febria Rachmanita, menyebutkan, data pasien positif yang dirilis Pemprov Jatim 50 persen bukan warga asli Kota Surabaya. Ia menyebutkan, ada berbagai data yang tak sesuai dari tim gugus tugas provinsi. Data tersebut berkaitan dengan jumlah pasien positif covid-19.

Pihaknya mempertanyakan, data confirm covid-19 dari gugus tugas Provinsi Jatim yang tidak sinkron dengan data gugus tugas Surabaya. Bahkan, ketidaksinkronan data ini persentasenya bisa mencapai di atas 50 persen. Febria Rachmanita, yang juga menjabat Kadis Kesehatan Kota Surabaya, menambahkan, sebelum menyampaikan ke publik terkait update kasus covid-19 di Surabaya, pihaknya melakukan verifikasi di lapangan untuk memastikan data itu valid dan faktual melalui petugas puskesmas setempat. Bahkan, untuk memastikan data petugas puskesmas juga melakukan pengecekan di rumah sakit rujukan maupun non rujukan di Surabaya.

Ia berharap ke depan agar gugus tugas Provinsi Jatim sebelum menyampaikan data confirm warga Surabaya ke Public, alangkah baiknya diverifikasi dahulu validitas data tersebut. Sehingga hal itu tidak menjadi persepsi publik, bahwa data yang dimiliki gugus tugas Provinsi Jatim dan Surabaya tidak sinkron. (stady/stv)