Sidoarjo, (bisnissurabaya.com) – Pandemi Covid-19 yang terjadi diseluruh dunia yang ditandai dengan ekonomi yang melambat, pengangguran meningkat, intervensi pemerintah dalam semua bidang sangat dibutuhkan karena akan memunculnya peluang (opportunity) baru. Pasca pandemic corona ini setiap keluarga akan melakukan penghematan belanja. Belanja hanya untuk kebutuhan pokok saja. Artinya akan terjadi penurunan sektor ekonomi secara umum.

Sehingga percepatan recovery ekonomi jadi keharusan. Hal tersebut terungkap dalam diskusi yang bertemakan “Percepatan Recovery Ekonomi & Bonus Demografi di Indonesia” yang diselenggarakan oleh Universitas Maarif Hasyim Latif, Sidoarjo melalui di Zoom. Wakil Dekan FPTP UTHM Malaysia, Dr. Khadijah Binti Md Ariffin mengatakan, pandemic Corona ini mengubah pola sistem kerja manusia. Model sistem kerja ke depan akan berubah.

Akan meningkat model sistem kerja part time dengan ikatan yang longgar. Setiap orang yang memiliki keahlian bisa menawarkan kamampuannya untuk mengerjakan perkerjaan khusus untuk projek tertentu saja dan dikerjakan dimana saja. Sementara itu, Prof. Rusijono yang juga Wakil Rektor Bidang Pendidikan UMAHA menambahkan dengan banyaknya pengangguran dan kondisi ekonomi yang menurun ini, UMAHA sudah siap membakukan program-program pelatihan jangka pendek (short cours).

Untuk saat ini yang bisa disajikan adalah program pelatihan wirausaha kuliner dan bengkel motor. Kuliner pasti tidak akan sepi, tentu sesuai dengan pilihan jenis kulinernya dan cocok untuk pemula bisnis, begitu juga dengan bengkel motor. “Kita berharap program ini akan membantu memberikan solusi bagi masyarakat untuk melalui berwirausaha ditengah sulitnya mencari pekerjaan. Selama massa pandemic ini kita lakukan dengan online walaupun sebernanya kita sudah menyiapkan dengan off line kalau situasi corona mereda,” terangnya, Kamis (18/6).

Head of Kampus Guru Cikal, Bukik Setiawan menjelaskan , pendidikan menjadi jalan keluar dari pandemi Covid-19. Tolok ukurnya adalah kampus mampu menghasilkan lulusan mandiri dan memberi kontribusi ke masyarakat. Untuk itu, program studi harus mampu menjawab kebutuhan dan tantangan, metode belajar yang berbasis kompetensi, memfasilitasi peserta didik menghadapi tantangan nyata dan berkolaborasi dengan organisasi yang relevan. Sebenarnya program studi yang paling sesuai untuk kebutuhan saat ini adalah Pendidikan Kewirausahaan, bukan hanya kewirausahaan sebagai program studi tetapi bisa juga softskill berwirausaha.

Wirausahawan harus menangkap kondisi ancaman ini menjadi peluang. Kalau birokrat melihat kesulitan ini sebagai beban, maka wirausahawan harus bisa melihat ini sebagai peluang. Sementara itu, Darno yang juga Kaprodi Kewirausahaan UMAHA menambahkan, yang perlu menjadi catatan bagi wirausahawan saat ini, adalah akan ada peluang baru dibalik musibah ini. Kondisi ini harus dilhat dari sudut pandang peluang bisnis apa yang paling tepat kedepannya.

Dengan kondisi ekonomi lesu dan pengangguran yang tinggi untuk saat ini yang paling sesuai adalah program kewirausahawan. “Untuk pengembangan kompetensi Program Studi Kewirausahaan UMAHA menggunakan metode pembelajaran metode coaching. Dan untuk menjawab tantangan dunia nyata menggunakan model kemitraan bisnis,” terang Darno yang juga Ketua Komite Tetap Bidang Fiscal Kadin Jatim. (bw)