Gresik, (bisnissurabaya.com) – Proyek pembangunan pipa air di Gresik Timur bersumber dari dana pihak swasta. Managemen PDAM Giri Tirta Ceria Gresik menanggapi informasi adanya pengusutan dugaan korupsi pipa Air PDAM di Desa Laban Kecamatan Menganti, dengan tenang. Sebab, proyek yang menelan anggaran Rp 7,9 miliar itu tidak bersumber dari dana APBN, APBD maupun dana perusahaan.
Direktur Utama PDAM Giri Tirta Ceria Gresik, Siti Aminatus Zahriyah, mengatakan, proyek pipanisasi yang kini tengah diselidiki Kejaksaan Negeri/Kejari Gresik itu murni bersumber dari dana swakelola alias dana swasta. Sehingga, walaupun ada ketidaksesuaian dalam pembangunan, PDAM maupun Pemkab Gresik tidak dirugikan.

“Investasi pipa tersebut dilakukan oleh perumahan Greenland Menganti. Mereka melakukan pembangunan secara mandiri dengan menunjuk salah satu kontraktor pelaksana. Jadi tidak ada dana perusahaan atau APBD yang keluar,” kata Risa panggilan akrab Dirut PDAM Gresik ini.
Ia menjelaskan, selama pengerjaan proyek pembangunan PDAM Giri Tirta Ceria Gresik membantu pihak perumahan dalam melakukan pengawasan terhadap kontraktor pelaksana.

Disamping juga pihaknya membantu penyusunan Rencana Anggaran Biaya/RAB ideal untuk proyek pipa agar debit air bisa mengalir secara optimal kepada masyarakat yang ada di Perumahan Greeland Menganti itu. “RAB disusun secara detail oleh Direktur Teknik agar kelak saat proyek pipanisasi diserahterimakan dari pengembang kepada kami tidak ada kendala. Sekali lagi sifatnya PDAM ini hanya guiden (mengawal) dan tidak ada kerugian perusahaan yang timbul,” paparnya. Fakta di lapangan, kata Risa, pihaknya justru mendampingi pihak kejaksaan yang akan melakukan uji fisik proyek dan pengecekan.

Mengingat, bagaimanapun juga PDAM dan Kejaksaan merupakan mitra dalam hal pengawasan kinerja perusahaan. Apabila nanti ditemukan ketidaksesuaian, maka pihaknya akan menolak untuk melakukan serah terima sampai kontraktor pelaksana melakukan perbaikan sesuai spesifikasi sesuai dengan RAB yang disodorkan PDAM. “Semua data yang dibutuhkan oleh pihak kejaksaan terkait dengan proyek ini sudah kami berikan.

Kami justru mengucapkan terimakasih dan memberikan apresiasi kepada kejaksaan karena sudah dikawal dalam mengawasi proyek-proyek yang tengah dikerjakan. Jadi, tidak benar jika ada pihak yang menyebut perusahaan kami sedang diusut atas dugaan kasus korupsi,” tegasnya. (sam)