Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Menghadapi era pandemi covid-19, membuat bisnis, koperasi dan usaha mikro kecil dan menengah terus terdampak. Guna menstabilkan bisnis, koperasi dan UKM, Menteri Koperasi dan UKM menyiapkan langkah strategis. Yakni, relaksasi kredit berupa restrukturisasi pinjaman. Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, menegaskan, Kementerian Koperasi dan UKM akan menerapkan strategi pemberian relaksasi kredit, berupa restrukturisasi pinjaman kepada koperasi dan UKM, usai diterbitkannya surat keputusan Menteri Koperasi Nomor 15 tahun 2020.

Langkah ini diambil Pemerintah untuk membantu para usaha koperasi dan industri kecil menengah, yang menurun lebih dari 50 persen. Terdapat tiga fase penyelamatan koperasi dan UKM yang tengah disiapkan. Mulai restrukturisasi pinjaman yang masuk dalam kategori fase penyelamatan, fase pemulihan dengan menyiapkan kembali anggaran 1 triliun rupiah untuk penambahan pinjaman, hingga fase pertumbuhan ekonomi, dengan menyiapkan program digitalisasi bagi UMKM. Teten Masduki mengatakan, koperasi simpan pinjam untuk tambahan modal kerja, silakan diajukan.

Lebih dari 200 koperasi simpan pinjam yang sehat dengan bunga yang lunak, yakni 3 persen. Berdasarkan data, hingga Juni 2020 terdapat lebih dari 200 koperasi dan ukm yang telah memenuhi persyaratan restrukturisasi. Dengan rincian 83 koperasi dan UKM. Namun, hingga kini baru 40 koperasi dan UKM yang mendapatkan fasilitas restrukturisasi pinjaman berupa penundaan pembayaran angsuran pokok dan bunga, dengan jangka waktu hingga 1 tahun. (timothy/stv)