Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Pengadilan Negeri/PN Surabaya menunda semua agenda persidangan selama dua pekan. Hal ini, karena ada seorang Hakim dan Juru sita meninggal dunia mendadak. Langkah ini diambil sebagai antisipasi. Sebab sebelumnya seorang panitera pengganti di lembaga tersebut terkonfirmasi positif covid 19.

Dari data Kantor Humas PN Surabaya, menerangkan selama dua minggu kedepan mulai 15 Juni sampai 28 Juni 2020, lembaga peradilan tersebut menunda semua agenda persidangan baik perkara perdata maupun pidana. Kecuali kasus pidana yang penahanannya tidak dapat diperpanjang. Penundaan persidangan ini dikarenakan ada seorang Hakim berinisial E-A-S dan juru sita S-R meninggal dunia secara mendadak beberapa hari lalu, meskipun belum diketahui mereka terpapar covid-19 atau tidak. Selain itu langkah penundaan persidangan ini diambil sebagai antisipasi penyebaran virus corona. Sebab, sebelumnya, seorang Panitera pengganti terkonfirmasi positif covid 19.

Humas PN Surabaya, Martin Ginting, mengatakan, ada sederet kebijakan yang diterapkan PN Surabaya. Diantaranya, setiap orang dilarang atau dibatasi untuk masuk ke area pengadilan dalam waktu 14 hari kedepan. Begitu pula untuk awak media juga dibatasi jumlahnya untuk peliputan di area pengadilan selama dua minggu mendatang. Selain itu, pelayanan publik terbatas tetap dilakukan di bagian depan pintu masuk. Bahkan, seluruh pegawai pengadilan menerapkan bekerja dari rumah. Tak hanya itu, hakim, panitera penganti, juru sita serta Aparatur pengadilan bekerja secara bergantian. (agung/stv)