Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Pemerintah Kota/Pemkot Surabaya bersama jajaran kepolisian, TNI serta otoritas pengelola jasa angkutan transportasi darat, laut dan udara, berkomitmen mewujudkan transportasi tangguh wani jogo Suroboyo. Kegiatan ini sebagai wujud komitmen bersama menjalankan protokol kesehatan, dibidang transportasi untuk mencegah penularan covid-19.

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, mengatakan, saat ini PSBB Surabaya telah berakhir. Namun, karena kondisinya masih di tengah pandemi, ia berharap pengelola transportasi disiplin menerapkan protokol kesehatan. Apalagi, moda transportasi adalah salah satu sektor yang paling sulit untuk bagaimana menjaga agar tidak terjadi kasus penularan covid-19. Karena itu, Risma membutuhkan dukungan semua pihak.

Salah satunya, pengelola moda transportasi atau otoritas jasa angkutan di Jatim untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19. Saat vidcon, wali kota menyampaikan, pemberhentian sementara operasional jasa angkutan di masa psbb kemarin menjadi pelajaran bersama. Ia berharap, ke depan pengelola transportasi atau otoritas jasa angkutan semakin disiplin menjalankan protokol kesehatan. Tujuannya, supaya perekonomian di sektor transportasi ini tetap berjalan.

Dalam protokol kesehatan disebutkan pengelola transportasi harus membentuk satgas yang bertugas mengontrol proses angkutan. Seperti driver bus dan helper juga bertanggung jawab terhadap kondisi kesehatan penumpang dan armadanya. Misalnya, ada penumpang dalam kondisi sakit batuk atau sesak nafas, driver harus berani mengigatkan agar tidak menumpang. (stady/stv)