Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Ini peringatan bagi keluarga yang memiliki saudara pasien positif covid 19 yang meninggal dunia di rumah sakit jangan sekali-kali menjemput paksa dari petugas. Sebab, gugus tugas percepatan penanganan covid-19 Jawa Timur/Jatim telah mengingatkan warga, dilarang melakukan jemput paksa jenazah covid-19 dari rumah sakit.

Selain membahayakan keluarga dan orang lain, pelaku jemput paksa dapat diancam pidana dan denda, karena melanggar UU Karantina No 6/2018. Tak hanya itu, Dinas Kesehatan juga harus melakukan tracing terhadap keluarga pasien agar tidak terjadi klaster baru.

Peringatan keras ini disampaikan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, di Grahadi Surabaya, menanggapi kasus jemput paksa jenazah diduga covid-19 yang terjadi di Surabaya beberapa hari lalu. Pelaku jemput paksa jenazah covid-19 dapat dipidanakan dan dikenai denda, karena melanggar undang-undang karantina nomor 6 tahun 2018 .

Peringatan ini disampaikan Gugus Tugas Covid-19 Jatim, melihat adanya 2 kasus jemput paksa jenazah dari rumah sakit di Surabaya. Yakni, yang terjadi di rumah sakit paru Surabaya, serta RSUD dr Soetomo Surabaya beberapa hari lalu. Tndakan jemput paksa jenazah covid-19, termasuk membahayakan orang lain karena dapat terjadi penularan, tanpa adanya penanganan jenazah sesuai standart protokol kesehatan covid-19.

Ketua Tim Tracing Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi, menyatakan, dengan adanya kasus jemput paksa jenazah covid-19 di Surabaya contohnya, dinas kesehatan setempat harus melakukan tracing, untuk mengetahui seberapa jauh penularan dari virus covid-19 terhadap lingkungan di sekitarnya.

Sementara, jika terjadi penularan terhadap lingkungan di sekitar, maka akan timbul klaster baru dari kasus tersebut. Oleh karenanya, gugus tugas covid-19 Jatim menghimbau kesadaran masyarakat akan bahanyanya virus covid-19 yang mudah menular ini. (feri/stv)