Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Kabar gembira bagi para pecinta moda transpostasi kereta api. PT Kereta Api Indonesia/KAI Daop 9 Jember kembali mengoperasikan KA mulai, Jumat (12/6). Dimasa pandemik Covid-19 ini hanya empat rangkaian gerbong KA yang dioperasikan. Masing-masing, KA Ranggajati (Jember-Cirebon), KA Sritanjung (Ketapang-Lempuyangan, Yogyakarta), KA Tawangalun (Ketapang-Malang) dan KA Probowangi (Ketapang-Surabaya Gubeng).

Dari keempat rangkaian KA ini, hanya KA Ranggajati yang memiliki kelas bisnis dan eksekutif. Sisanya, seluruhnya kelas ekonomi. Vice President KAI Daop 9 Jember Agus Barkah Nugraha mengatakan pihaknya
mengoperasikan empat rangkaian KA untuk memberikan layanan bagi warga yang selama ini
menggunakan kereta api sebagai moda transportasi. “ Ini sebagai komitmen KAI untuk melayani masyarakat yang ingin bepergian keluar kota menggunakan KA,” jelasnya, Kamis (11/6).

Agus menambahkan, pengoperasian kembali KA Reguler ini tetap diikuti dengan protokol pencegahan Covid-19 yang ketat. Tujuannya, mencegah penyebaran Covid-19 melalui transportasi kereta api. Menurutnya, pengoperasian kembali perjalanan KA reguler ini mengacu pada Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 No 7 Tahun 2020 tentang Kriteria dan Persyaratan Perjalanan Orang dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19. Serta, Surat Edaran Ditjen KA Kemenhub No 14 Tahun 2020 Tanggal 8 Juni 2020 tentang Pedoman dan Petunjuk Teknis Pengendalian Transportasi Perkeretaapian dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru untuk Mencegah Penyebaran Covid-19. “Tiket dapat dipesan secara online mulai H-7 keberangkatan KA.

Sedangkan penjualan tiket di loket stasiun dilayani mulai 3 jam sebelum jadwal keberangkatan KA,” imbuhnya. Tahap awal operasi, lanjutnya, KAI hanya menjual tiket 70 persen dari kapasitas tempat duduk. Selama perjalanan jarak jauh, penumpang diwajibkan menggunakan face shield yang disediakan selama perjalanan di kereta. Calon penumpang, lanjut Agus wajib menunjukkan surat keterangan uji tes PCR dengan hasil negative atau rapid test dengan hasil
non reaktif. “ Atau bisa menunjukkan surat keterangan bebas gejala influenza dari dokter,” pungkasnya. (wir)