Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur/Jatim, akhirnya mengakhiri Pembatasan Sosial Berskala Besar/PSBB Surabaya Raya, atas usulan dari tiga wilayah tersebut. Keputusan ini, diambil agar roda perekonomian masyarakat dapat kembali bergulir. Meski demikian, langkah Pemprov Jatim mengakhiri PSBB tahap ketiga ini, justru ada beberapa warga yang kurang setuju, dengan kebijakan penghentian tersebut.
Beginilah suasana jalan raya di Kota Surabaya di hari pertama, pasca tak diperpanjangnya PSBB tahap ketiga. Jalanan mulai dipenuhi kendaraan.

Baik roda dua maupun empat. Hal ini, dapat terlihat di jalanan sekitar Monumen Tugu Pahlawan Surabaya. Terkait keputusan Pemerintah Jawa Timur tak memperpanjang PSBB Surabaya Raya, justru mendapat respon negatif dari pengguna jalan yang sedang melintas. Seperti yang diungkapkan Agung, salah seorang pengguna jalan. Ia menyatakan, dirinya lebih senang jika PSBB diperpanjang.

Karena, dengan diperpanjangnya PSBB, maka pengawasan terhadap penyebaran corona di Surabaya Raya dapat terpantau. Sedangkan jika tak diperpanjang justru menimbulkan ketakutan tersendiri. Tidak diperpanjangnya masa PSBB di Surabaya Raya, setelah tiga kepala daerah melakukan rapat koordinasi di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Tiga wilayah tersebut adalah Kota Surabaya, Kabupaten Gresik serta Kabupaten Sidoarjo. Tiga kepala daerah sepakat untuk tidak melanjutkan masa PSBB di Surabaya Raya, guna menyambut masa transisi menuju new normal. (feri/stv)