Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Memasuki masa transisi normal baru, Pemerintah Kota/Pemkot Surabaya bersama badan intelejen negara gencar melakukan rapid tes massal di kecamatan-kecamatan Surabaya. Rapid tes massal kali ini digelar di Kecamatan Lakarsantri Surabaya, yang diikuti ratusan warga. Warga yang reaktif pun langsung dilakukan tes SWAB, di tenda yang sudah disediakan badan intelejen negara. Diharapkan, dengan rapid tes masal ini, angka sebaran covid 19 di Surabaya bisa terlokalisir.

Ratusan warga Kecamatan Lakarsantri Surabaya, mengikuti rapid tes masal yang digelar pemerintah Kota Surabaya, bekerjasama dengan badan intelejen negara/rapid tes digelar di kantor Kecamatan Lakarsantri Surabaya.
Rapid tes masal semakin gencar dilakukan, setelah Surabaya tak lagi memperpanjang PSBB, dan menerapkan masa transisi new normal. Rapid tes masal ini, diharapkan mampu melokalisir sebaran covid 19 di Surabaya, yang merupakan kota tertinggi wilayah terjangkit wabah covid 19, di Jatim.

Staf Khusus Kepala BIN, Mayjen TNI dr Suyanto, mengatakan, memasuki transisi ini, rapid tes masal diprioritas di tempat aktifitas publik, serta pemukiman padat penduduk. Sementara itu, untuk warga yang hasil rapid tesnya reaktif langsung dilakukan uji SWAB, di lokasi tesebut melalui mobil PCR milik badan intelejen negara. Sejak dilakukan rapid tes massal pada (29/5) BIN telah melakukan rapid massal sebanyak 12.000 warga Surabaya, dan yang reaktif sebanyak 1.761 orang. BIN sendiri akan memperpanjang pelaksanaan rapid tes massal hingga 15 Juni mendatang, dengan menambah satu mobil PCR, sehingga total mobil PCR yang diperbantukan di Surabaya, sebanyak 2 unit. (feri/stv)