Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar/PSBB di Surabaya tahap ketiga ini tak akan diperpanjang. Usulan itu disampaikan dalam rapat yang digelar di Grahadi, Minggu (7/6) malam. Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, mengaku akan mengusulkan untuk tidak memperpanjang PSBB di Kota Surabaya. Sebab, ini sangat berdampak pada permasalahan ekonomi warga yang harus bisa mencari makan.

Selain itu, tren kesembuhan pasien covid-19 di Kota Surabaya terus merangkak naik dari hari ke hari. Presiden UCLG Aspac ini mengaku yang paling dikhawatirkan adalah para pegawai hotel, restoran, mal dan berbagai pegawai lainnya yang terdampak PSBB ini. Apabila kondisinya terus down seperti ini, bukan tidak mungkin pegawainya diberhentikan. Makanya, meski nanti PSBB dilonggarkan, tapi protokol kesehatannya harus terus diperketat.

Termasuk di hotel, restoran, mall, warung dan berbagai bidang lainnya. Disamping itu, Wali Kota Risma, mengaku, masih terus mengupayakan untuk menggelar rapid test massal, khusus bagi pegawai mall dan SPG-nya, pegawai minimarket, supermarket, dan pegawai toko-toko yang ada di Surabaya. Sehingga, apabila nanti kembali ke kondisi normal atau New Normal seperti yang disampaikan Presiden Joko Widodo, maka warga yang akan membeli itu tidak khawatir lagi, dan yakin bahwa pegawai mal dan toko itu sehat semuanya. (stady/stv)