Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah atau Forkopimda di wilayah Surabaya Raya, sepakat tidak memperpanjang penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB yang berakhir pada hari ini. Dalam rapat evaluasi, Gresik, Sidoarjo dan Surabaya mengusulkan tidak melanjutkan PSBB. Namun, akan melakukan pengetatan dalam menjalankan protokol kesehatan. Pembatasan Sosial Berskala Besar/PSBB tahap tiga di kawasan Surabaya Raya, yang meliputi wilayah kota Surabaya, kabupaten Sidoarjo, dan Gresik, berakhir hari ini, 8 Juni.

Pejabat Forkopimda dari masing-masing tiga pemerintahan tersebut, sepakat untuk tidak memperpanjang PSBB. Dalam rapat evaluasi PSBB tahap tiga, bersama gugus tugas percepatan penanganan virus corona (covid-19) Provinsi
Jatim, di Grahadi Surabaya, yang berlangsung hingga dini hari tadi, perwakilan pejabat dari Pemerintah Kota/Pemkot Surabaya, serta Kepala Daerah Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dan Gresik, mengusulkan untuk selanjutnya menjalankan transisi menuju era normal baru, dengan penguatan pelaksanaan protokol kesehatan. Pertimbangannya, kendati kasus penyebaran covid-19, selama masa PSBB tahap tiga, masih terbilang tinggi, namun, tingkat kesembuhan dalam sepekan terakhir di wilayah Surabaya Raya, menunjukkan penurunan yang dinilai cukup signifikan.
Sementara, Kabupaten Sidoarjo mengajukan transisi menuju new normal dengan memperkuat desa tangguh dengan tujuan untuk edukasi ke masyarakat menuju new normal.

Seluruh unsur masyarakat mengikuti protokol kesehatan. Pemerintah kota Surabaya juga meminta hal yang sama dengan mengajukan transisi menuju new normal dengan mempertajam protokol kesehatan disemua lini masyarakat. Keputusan transisi menuju era normal baru di kawasan Surabaya Raya, akan ditetapkan oleh Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, dalam rapat lanjutan, bersama Forkopimda provinsi setempat, yang rencananya digelar hari ini. Dalam rapat tersebut, diharapkan masing-masing Kepala Daerah sudah membuat peraturan daerah, yang mendasari penerapan transisi menuju era normal baru. (irwanda/stv)