Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Lama berada di rumah, justru memunculkan kreatifitas. Tengok saja, emak-emak ibu rumah tangga di RW Semolowaru Elok Surabaya. Mereka menyiasati lahan fasilitas umum dibelakang Balai RW untuk budidaya ikan lele, jamur, jangkrik dan berkebun sayuran. Hasilnya, bisa dijual di pasaran.

Bahkan, warga sekitar bisa mengambilnya dengan gratis. Adanya pandemi covid-19 ini, memaksa seluruh warga kota Surabaya tetap di rumah saja. Meski begitu, tak membuat emak-emak di Semolowaru Elok Surabaya mati kreatifitasnya. Terlihat, setiap hari yang dilakukan ibu-ibu rumah tangga tersebut.

Untuk memenuhi kebutuhan kesehariannya, mereka menyiasati lahan fasilitas umum dibelakang Balai RW dengan budidaya jamur, ikan lele, jangkrik dan berkebun sayuran. Hasil dari budidaya jamur, ikan lele, dan berkebun sayuran ini, bisa dinikmati oleh seluruh warga di RW 08 Semolowaru Elok Surabaya. Supadmi, misalnya, salah satu warga Semolowaru Elok Surabaya ini, bisa memetik daun pepaya untuk kebutuhan sayur di rumahnya di lahan belakang Balai RW yang telah ditanam oleh seluruh warga ini, dan hasilnya untuk dimakan bersama keluarganya tanpa membayar atau gratis. Sementara itu, dengan adanya pandemi covid 19, justru menjadi berkah tersendiri bagi warga Semolowaru Elok Surabaya. Pasalnya, hasil budidaya jamur, lele, dan kebun sayur tersebut, dijadikan makanan olahan.

Seperti, sempol jamur, nugget lele, atau jangkrik krispi, mendapatkan pesanan dari instansi BUMN bahkan dari rekanan warga sendiri. Budidaya jamur, ikan lele, jangkrik serta berkebun sayur ini dapat menginsiprasi masyarakat lainnya menghasilkan pundi-pundi rupiah atau meningkatkan ekonomi keluarga di tengah pandemi virus corona ini. (agung/stv)