Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Ada jurus yang dapat dilakukan keluarga untuk mengurangi dampak psikologis dari pandemi covid-19. Diantaranya, menerapkan pola hidup sehat. Antara lain dengan memastikan setiap anggota keluarga memperoleh istirahat yang cukup.

Penegasan itu dikemukakan Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional/BKKBN Jawa Timur/Jatim, Drs Sukaryo Teguh Santoso, M.Pd, kepada bisnissurabaya.com di Surabaya Kamis (4/6) kemarin. Selain itu, pastikan tiap anggota keluarga untuk berolahraga minimal 15-30 menit setiap harinya.

Tidak hanya itu, Sukaryo, setiap anggota keluarga harus memastikan asupan nutrisi yang cukup dan bergizi seimbang. Dengan cara mengkonsumsi nutrisi yang cukup, tubuh lebih sehat dan prima, pikiran menjadi kuat dan tenang. Tetap merencanakan kehamilan dan atur jarak kelahiran dengan menggunakan alat kontrasepsi selama pandemi.

Disamping itu, kata dia, pasangan usia subur yang tidak menggunakan alat kontrasepsi, beresiko mengalami kehamilan yang tidak direncanakan atau kehamilan yang tidak diinginkan. Kehamilan tanpa persiapan tentu akan meningkatkan beban keluarga baik dari segi psikologis, dan ekonomi. ‘’Sebab, kehamilan selama masa pandemi sangat beresiko bagi ibu dan janin. Selain berdampak pada psikologis ibu akibat kecemasan dikarenakan hamil dimasa pandemi, juga meningkatkan resiko gangguan kesehatan bagi ibu dan janin,’’ kilah Sukaryo.

Karena itu, Sukaryo, menghimbau agar pasangan usia subur tidak menggunakan alat kontrasepsi dan tetap ber-KB di masa pandemi. Bila terpaksa, membuat janji terlebih dahulu dengan bidan atau dokter praktek. (bw)