Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Apa peran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial/BPJS saat pandemi corona? Merebaknya wabah Corona Virus Disease 2019/covid-19 telah menimbulkan banyak jatuh korban di masyarakat. Saat ini, di Surabaya ada 2.803 orang yang terpapar virus ini, 300 diantaranya adalah penderita baru (data Kamis 4/6-red). Tingginya angka penderita corona ini menyebabkan Surabaya masuk dalam zona merah pekat cenderung menuju hitam. Keadaan ini, yang menyebabkan ada rumah sakit di Surabaya, kewalahan.

Bahkan RS Unair terang-terangan menolak menerima pasien covid baru sejak 26 Mei sampai dua minggu kedepan. Beaya perawatan pasien penderita covid 19 sangat besar. Menurut Menteri Badan Usaha Milik Negara/BUMN, Erick Tohir, sesuai Surat Menteri Keuangan Nomor S-275/MK 02/2020 Tanggal 6 April 2020, Jika satu pasien dirawat selama 14 hari beaya terendah yang ditanggung sebesar Rp 105 juta. Dan Rp 231 juta untuk beaya pasien dengan komplikasi.
Tingginya beaya perawatan akibat corona, sudah pasti akan menjadi beban berat yang harus dipikul pasien penderita dan keluarganya.

Apalagi dalam situasi serba sulit seperti sekarang ini. Dapat dipastikan kedepan banyak muncul orang miskin baru/OMB. Beruntung negara hadir menggantikan beban warganya melalui sistim Jaminan Kesehatan Nasional/JKN Kartu Indonesia Sehat/KIS. Lalu, seperti apa penggunaan KIS? Apabila ada masyarakat pemegang KIS yang menderita penyakit akibat terserang virus asal Wuhan ini, disinilah peran BPJS Kesehatan. BPJS Kesehatan diberi penugasan khusus pemerintah untuk melakukan proses verifikasi klaim rumah sakit atas pemberian pelayanan kesehatan akibat bencana wabah covid-19.

“Surat Menteri Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan/Menko PMK Nomor: S.22/MENKO/PMK/III/2020 mengatur tentang Penugasan Khusus Verifikasi Klaim Covid-19,” kata Kepala BPJS Kesehatan Cabang Utama Surabaya, Herman Dinata Mihardja, kepada bisnissurabaya.com di Surabaya Kamis (4/6) kemarin. Sebagai dasar BPJS Kesehatan melaksanakan verifikasi klaim Covid-19, Kementerian Kesehatan juga telah menerbitkan Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) No. HK.01.07/MENKES/238/2020 tentang Petunjuk Teknis Klaim Penggantian Beaya Perawatan Pasien Penyakit Infeksi Emerging Tertentu Bagi Rumah Sakit Yang Menyelenggarakan Pelayanan Covid-19 dan Surat Edaran Menkes nomor HK.02.01/MENKES/295/2020 tentang Klaim Penggantian Beaya Perawatan Pasien Penyakit Infeksi Emerging Tertentu Bagi Rumah Sakit Yang menyelenggarakan Pelayanan Covid-19. Adapun, kriteria pasien yang dapat diklaim beaya perawatannya adalah pasien yang sudah terkonfirmasi positif covid-19, adalah Pasien Dalam Pengawasan/PDP dan Orang Dalam Pemantauan/ODP yang berusia diatas 60 tahun dengan atau tanpa penyakit penyerta serta ODP usia kurang dari 60 tahun dengan penyakit penyerta. Baik WNI ataupun WNA yang dirawat pada rumah sakit di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia/NKRI.

Pada bagian lain, Herman Dinata, menjelaskan, pelayanan maksimal tetap diberikan BPJS Kesehatan Cabang Utama Surabaya, walaupun akhir-akhir ini banyak terjadi penurunan kelas dengan jumlah yang signifikan. Berdasarkan data, Oktober 2019 sampai Februari 2020 terjadi penurunan kelas hingga 854.349 orang dari kelas 1. Sementara kelas II turun ke kelas III sekitar 1.201.232 orang. Disamping penurunan kelas juga terdapat fenomena permintaan kenaikan kelas dari yang lebih rendah ke lebih tinggi. Selain itu, juga ada migrasi dari jalur Penerima Bantuan Iuran/PBI yang dananya dibayar pemerintah melalui APBN maupun APBD ke jalur mandiri.
“Kami sangat menghargai mereka yang memiliki keinginan untuk migrasi dari PBI ke mandiri, karena dananya bisa dialihkan kepada mereka yang lebih membutuhkan,” jelas pria asal bandung ini. Kenaikan tarif iuran BPJS Kesehatan rencananya berlaku mulai 1 Juli 2020, kelas 1 sebesar Rp 150.000, kelas 2 menjadi Rp 100.000, dan Kelas III Rp 25.500.

Adalah hal yang wajar karena selama ini pemerintah sudah mensubsidi untuk kelas III sebesar Rp 17.000. Jadi peserta hanya membayar Rp 25.500. Selain itu tarif iuran kelas 3 terakhir disesuaikan pada 2014. “BPJS Kesehatan itu program yang sesuai filosofi dasar Pancasila yaitu Gotong Royong,” tambah pria berkacamata ini. Selain mendapatkan penugasan verifikasi klaim covid-19, BPJS Kesehatan Cabang Utama Surabaya juga melakukan sejumlah dukungan dalam penanganan pandemi covid-19. Dengan melakukan pengalihan layanan konvensional ke layanan digital. (nanang)