Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Masyarakat awam tentu belum tahu apa yang dimaksud ‘New Normal’. Program lanjutan di masa Pandemi covid 19, yang belum ditemukan vaksinnya ini nampaknya sangat relevan untuk diterapkan.

Bagi mereka yang belum tahu arti ‘New Normal’, tentunya penjelasan Anggota Komisi IX DPR RI, Arzeti Bilbina, SE., MAP dan Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional/BKKBN Jawa Timur/Jatim, Drs Sukaryo Teguh Santoso, M.Pd, ketika berbicara masalah keluarga dengan thema “Eksistensi Perempuan di Masa Pandemi Covid-19” di Surabaya Kamis (4/6). Bagi Sukaryo dan Arzeti, New Normal, adalah hidup normal dalam situasi kehidupan yang tidak normal. “Ini harus dilakukan agar ekonomi berjalan normal kembali,” kata Sukaryo. Yang harus digarisbawahi dalam menjalani New Normal, adalah bagaimana setiap individu harus berdamai/berdampingan dengan Corona.

Karena itu, tak ada lain untuk mentaati protokol kesehatan. Kini saatnya hidup sehat, bersih. Untuk menuju sehat dan bersih, diperlukan sering melakukan cuci tangan dengan sabun, menghindari kerumunan orang dengan menjaga jarak dan memakai masker. “Tidak ada cara lain, bila virus menempel di badan langsung dibersihkan dengan mencuci tangan atau mandi. Dengan cara ini, kita terhindar dari virus karena selalu menjaga kebersihan,” ujar Sukaryo, sambil menjelaskan pada era pandemi ini kecanggihan teknologi sangat diperlukan untuk kepentingan bekerja.

Sedangkan Arzeti, lebih menyoroti kinerja pemerintahan di Jatim khususnya Surabaya lebih taktis bila dibandingkan DKI Jakarta saat PSBB ini. “Jujur saja, pelaksanaan PSBB di Surabaya menyenangkan sekali bila dibandingkan Jakarta. Kalau di DKI pelaksanaan PSBB seperti kota mati,” kata Arzeti, yang juga mantan peragawati terkenal ini. Hanya saja, untuk Surabaya belum saatnya menerapkan New Normal. Karena syarat untuk menerapkan kehidupan baru adalah orang yang terpapar mulai menurun dan yang sembuh cukup banyak. (bw)