Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Nama laki-laki itu Ero Ardinanta. Walaupun usianya terbilang muda, namun dia memiliki semangat yang luar biasa dalam kegiatan kemanusiaan melawan penyebaran virus corona di wilayahnya. Dia bersama pengurus ranting Tegalsari yang dipimpin Ketua Marjuki, dan Bendahara, Rahmad Hidayat, membentuk gugus tugas percepatan penanganan covid 19 di kelurahannya. Berbagai kegiatan pencegahan pun dilakukannya.

Mulai penyediaan gentong air untuk cuci tangan, pembagian sembako, pendistribusian masker dan hand santizer, hingga penyemprotan disinfektan. “Kami bersinergi dengan banyak pihak untuk perang total, menyeruduk Corona,” kata Wakil Ketua Ranting PDI Perjuangan Kelurahan Tegalsari, Ero Ardinanta, kepada bisnissurabaya.com Selasa (2/6) kemarin. Wilayah Kelurahan Tegalsari memang terbilang padat penduduk. Sehingga warganya sangat rentan terhadap penyebaran virus corona.

Karena itu, berbagai kegiatan perang melawan corona-pun dilakukan di kampung yang ada di sana. Seperti Kampung Malang Utara, Kampung Malang Wetan, Kedondong Kidul, dan Pandegiling. “Kami setiap hari keliling mengedukasi penduduk agar selalu mentaati protokol kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah,” kata lulusan cumlaude STIE Perbanas ini.

Ero dan tim mendistribusikan bantuan gentong air. (Foto/nanang)

Memang banyak kendala yang dihadapi Ero dan teman- temannya dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat. Utamanya menyangkut budaya salaman menggunakan tangan dan kebiasaan minum kopi sambil bercengkrama di warung kopi. Namun, banyak cara yang dilakukan tim pemburu Corona ini. Yaitu, dengan memberikan gentong air untuk cuci tangan kepada warung kopi dan melakukan penyemprotan disinfektan secara berkala.

Rencana ke depan, selain memberikan edukasi informasi yang benar kepada warga secara persuasif, dia juga mendorong kepada pihak- pihak terkait terutama pihak kepolisian agar lebih tegas dalam melakukan penindakan, agar warga tidak lagi meremehkan atau menganggap enteng kebijakan pembatasan sosial berskala besar/PSBB. Mengingat, masih banyak orang yang menganggap bahwa tidak ada sanksi hukum yang jelas bagi pelanggarnya. “Pokoknya kami siap menyeruduk Corona yang ada di wilayah Kelurahan Tegalsari,” tambah laki-laki kelahiran 25 Maret 1995 ini. (nanang)