Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Bung Karno, bapak bangsa. Bulan Juni merupakan bulan Bung Karno. Karena pada bulan tersebut sang Proklamator, Soekarno, dilahirkan. Menemukan Pancasila, dan juga bulan dimana Presiden Republik Indonesia itu pulang ke rahmatullah. Bagi bangsa Indonesia, khususnya warga Kota Surabaya, nama Bung Karno memiliki arti yang sangat mendalam. Karena di kota Pahlawan inilah Putra Sang Fajar dilahirkan.

“Bung Karno itu Arek Suroboyo, lahir di Kampung Pandean. Makanya beliau sangat berani,” kata Ketua Pengurus Anak Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan/PAC PDIP Kecamatan Sukomanunggal, Triyarso, kepada bisnissurabaya.com, Selasa (2/6). Masih segar dalam ingatan Triyarso, saat dia mendengar cerita dari seniornya, L Soepomo Sintuk Waluyo, tentang kehebatan Bung Karno, muda yang harus menghadapi tuntutan hukum dari Pemerintah Kolonial Belanda. Berkat kecerdasan, kecerdikan, dan kejeliannya, maka Soekarno, muda yang berstatus hukum sebagai tersangka, justru mampu menempatkan dirinya dalam posisi sebagai penggugat.

Kegiatan pembagian sembako. (Foto/nanang)

Hal ini dapat dibuktikan dalam pledoi, pembelaannya yang diberi judul Indonesia menggugat. Satu lagi peristiwa yang membuat kekaguman Triyarso, kepada sosok Bung Karno semakin mendalam, yaitu saat dia mengajukan syarat kunjungan kenegaraan kepada Presiden Uni Sovyet, Nikita Khrushchev, untuk menemukan makam ulama besar Bukhori Muslim yang berada di Samarkand.
“Bayangkan bagaimana reportnya seorang kepala negara adi kuasa yang berpaham komunis harus mencari makam seorang ulama Islam yang sudah meninggal dunia ratusan tahun,” jelas pria yang akrab disapa Kabel ini. Untuk mengenang dan mengenalkan sosok dan perjuangan Bung Karno kepada generasi muda, maka pada 1 Juni, bertepatan dengan hari lahirnya Pancasila, PAC PDIP Kecamatan Sukomanunggal menggelar kegiatan penempelan stiker di rumah warga yang berada di wilayah tersebut.

Tidak hanya itu di Kelurahan Sukomanunggal, tepatnya di RW I, III, dan IV juga dilakukan bakti sosial pembagian 150 paket sembako. Kegiatan ini dikoordinir Pengurus Ranting Sukomanunggal. Antara lain, Harsono, dan Paidjo. “Semoga dengan kegiatan ini, sosok Bung Karno, yang merupakan Bapak Bangsa, bisa terlahir kembali disanubari setiap orang,” tambah pria berkumis dan berbadan tegap ini. (nanang)