Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Dua mobil laboratorium dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana/BNPB, yang sedianya diperbantukan khusus untuk kota Surabaya, ternyata dialihkan ke daerah lain oleh gugus tugas Jawa Timur/Jatim. Pemerintah Kota/Pemkot Surabaya pun menyesalkan tindakan tersebut. Bahkan, Wali Kota Surabaya, marah besar atas kejadian tersebut. Mendengar kabar tersebut, Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, langsung berkoordinasi, dan menghubungi berbagai pihak yang telah dimintai bantuan untuk mendatangkan mobil laboratorium tersebut.

Bahkan, ia melaporkan kejadian tersebut kepada Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo. Risma, terlihat marah besar, karena mobil yang seharusnya untuk Surabaya, justru dialihkan ke daerah lain. Sementara itu, Koordinator Bidang Pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, Febria Rachmanita, menjelaskan, sebetulnya pada Kamis (28/5) kemarin, Surabaya sudah akan dibantu mobil laboratorium itu.
Awalnya, akan langsung dipergunakan untuk pasien yang menjalani karantina di Asrama Haji, dan Dupak Masigit yang disitu ada warga dari Krembangan Selatan.

Atas kejadian ini, Pemkot Surabaya sangat menyesalkan sikap tersebut. Sebab, pihaknya sudah merayu pasien-pasien itu untuk melakukan pemeriksaan SWAB. Tapi mereka harus dibubarkan karena mobilnya tidak datang. (stady/stv)