Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Rumah Sakit rujukan covid 19 di Surabaya ada yang tumbang. Alasannya, keberadaan RS itu sudah overload dengan pasien positif dan ada beberapa tenaga kesehatan yang ikut terpapar. Sehingga menyatakan berhenti sementara untuk menerima pasien positif. Hanya saja, stopnya RS Unair menerima diberi catatan mulai 26 Mei hingga 14 hari kedepan.

Karena itu, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan II (Pangkogabwilhan II), Marsekal Muda Imran Baidirus, meninjau rumah sakit darurat yang ada di Halaman Puslitbang Humaniora Jl Indrapura Surabaya, Kamis (28/5) malam. Menurut Pangkogabwilhan II, ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas perintah Presiden, Joko Widodo, yang meminta TNI untuk mengintervensi atau terlibat langsung dalam percepatan penanganan wabah pandemi Covid-19 di Jawa Timur/Jatim.

“Saya ditunjuk Panglima TNI, untuk membantu pemerintah daerah, supaya kita lebih fokus untuk menangani pandemi Covid-19 yang sekarang episentrumnya ada di Surabaya,” kata Marsekal Muda Imran Baidirus. Bantuan seperti apa yang akan diberikan Mabes TNI kepada Pemerintah Provinsi Jatim untuk menekan, angka konfirmasi positif Covid-19 serta membantu dalam penanganan pasien.

“Ini akan bicarakan dengan pemda. Pada prinsipnya, kami menyiapkan tim medis, bantuan mungkin berupa dapur umum,” katanya. Ia menyatakan, TNI siap menurunkan prajurit dalam hal pengamanan wilayah bersama Polri. “Masalah keamanan, nanti bagaimana, seperti apa, kita akan siap mendukung,” ungkapnya.

Dalam kunjungan bersama Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, dan Kapolda Jatim, Irjen Pol Fadil Imran, Marsekal Muda Imran Baidirus, tak lupa mengapresiasi Pemprov Jatim dalam menyiapkan Rumah Sakit/RS Darurat sesuai standart protokol Covid-19. “Hari ini mulai beroperasi, dan sudah ada pasien yang masuk,” imbuhnya.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan, saat ini total kapasitas RS Darurat atau Lapangan Covid-19 tersebut mencapai 200 orang, dan bisa dimaksimalkan hingga 500 orang. RS Lapangan ini diperuntukkan bagi pasien Covid-19 kategori ringan hingga sedang.

Namun demikian, kelengkapan alat medis, keamanan dan keselamatan tenaga medis tetap menjadi perhatian. Disisi fasilitas kesehatan telah disiapkan 4 buah ventilator dan ribuan APD guna memaksimalkan layanan pada masyarakat. Bahkan, untuk tenaga kesehatan dan keluarganya, telah disiapkan pula kamar-kamar khusus di area RS Lapangan tersebut.

“Kita siapkan juga ICU, Ventilator, hingga sarana pemulasaraan di belakang juga kita siapkan,” imbuh Khofifah. Untuk diketahui, RS Darurat ini dibangun dengan dua basis utama, yaitu gedung dan tenda. Satu gedung utama dan lima ruangan berbasis tenda yang telah rampung pengerjaannya. Kelima tenda tersebut dibagi peruntukannya untuk tenda pasien wanita, tenda pasien pria, tenda screening dan tenda untuk keperluan administrasi.

Sedangkan untuk kesediaan tenaga kesehatan, Pemprov Jatim akan melakukan kolaborasi dengan Ikatan Dokter Indonesia/IDI dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia/PPNI. Bersama IDI dan PPNI akan dilakukan perekrutan tenaga relawan guna pengoptimalan pelayanan medis bagi pasien. (bw)