Surabaya, (bisnissurabaya.com) Pengamat ekonomi menyatakan rencana pemberlakuan new normal life di Indonesia mempunyai nilai positif bagi perekonomian dalam negeri. Hal itu, lantaran new normal dapat menjadi trigger atau pemicu pertumbuhan ekonomi Indonesia. Namun, new normal harus dibarengi dengan pelaksanaan protokol kesehatan yang disiplin oleh masyarakat luas.

Pandemi covid-19 telah memukul perekonomian di Indonesia, bahkan dunia. Trigger ekonomi yang umumnya ditopang oleh perdagangan, pariwisata dan investasi, juga dari konsumsi, kini berjalan 30 persen. Karena itu, di berbagai negara akan menerapkan new normal life supaya perekonomian negara dapat kembali pulih. Hal tersebut juga akan diterapkan di Indonesia dan kini wacananya banyak diperbincangkan oleh masyarakat meskipun tidak sedikit yang menuai pro dan kontra.

Pengamat Ekonomi, Jamhadi, mengatakan, penerapan new normal dapat menjadi triggers atau pemicu pertumbuhan ekonomi di negeri ini, jika semua pihak disiplin menerapkannya sesuai dengan protokol kesehatan. Seperti tetap memakai masker di tempat umum dan melakukan physycal distancing.

Sementara itu, berbagai solusi kebijakan yang perlu dilakukan supaya ekonomi terus tetap tumbuh dan berkembang saat masa pemulihan. Diantaranya, kolaborasi model baru oleh pengusaha besar menengah dan umkm dengan akademisi lebih ditingkatkan dalam proses industrialisasi. Mulai tahap ide disain dan implementasinya. Selain itu, kebijakan yang harus dilaksanakan. Diantaranya, membeli produk lokal buatan industri Indonesia, serta kebutuhan industri termasuk industri makanan dan minuman terhadap bahan baku harus dipenuhi dari bahan baku lokal. Berikutnya,memanfaatkan digital ekonomi, terutama unicorns di Indonesia yang turut mendukung digital ekonomi termasuk delivery system. Bahkan, dukungan kebijakan pemerintah terhadap sektor UMKM perlu ditingkatkan.

Jamhadi, yang juga menjabat Ketua Kadin Internasional Perwakilan Indonesia mengatakan, sektor medis dan industri pertanian harus lebih digiatkan. Perusahaan-perusahaan harus menyiapkan rencana bisnis jangka pendek hingga jangka panjang supaya perekonomian dalam negeri kembali stabil. (agung/stv)