Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Musim pandemi corona yang terjadi beberapa bulan ini telah menghadirkan penderitaan panjang bagi banyak orang. Banyak toko, mall, kantor, dan pabrik yang berhenti beroperasi. Kondisi ini, akhirnya menyebabkan banyak karyawan toko di PHK. Tidak sedikit buruh pabrik yang di rumahkan. Pemerintah dan berbagai lembaga sosial memang telah banyak memberikan bantuan sembako kepada warga masyarakat melalui kelurahan, RW dan RT.

Hal ini dimaksudkan agar yang terdampak covid 19 tidak sampai mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan makan sehari- hari. Kebijakan pemerintah terkait pemberian bantuan sembako ini memang bagus di era pandemi covid 19, namun, sayang kadang masih banyak luput dari pemberian bantuan ini. Contohnya, warga musiman. Terutama penghuni kos-kosan.

Relawan KMS sebelum melakukan pendistribusian paket sembako untuk penghuni kos-kosan. (Foto/nanang)

Mereka sering tidak menerima bantuan, karena tidak tercatat dalam administrasi kependudukan warga setempat. “Semua orang bisa terdampak wabah ini. Baik itu warga asli, musiman, maupun penghuni kos-kosan,” kata Ketua Komunitas Muda Mudi Surabaya/ KMS, Zubaidulloh, kepada bisnissurabaya.com di Surabaya Rabu (27/5) kemarin. Berkaitan dengan hal tersebut, KMS menggelar kegiatan membagikan 100 sembako bagi warga musiman dan kos-kosan yang tinggal di Kendangsari Gang VII dan Gang X.

Alasan lain dilaksanakan kegiatan ini adalah karena di masa pandemi covid 19 yang dibarengi dengan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar/PSBB menyebabkan warga musiman tidak bisa mudik ke kampung halamannya. “KMS membagikan 100 paket sembako berisi beras 3 kg kepada warga musiman dan kos – kosan di dua wilayah tersebut,” jelas aktifis bidang kebencanaan dan lingkungan ini. Pria yang akrab disapa Cak Ubed, ini menjelaskan, dalam menjalankan aksi ini KMS Bekerja sama dengan Komunitas Bergerak Dari Rumah, serta donatur lainnya. “Ketua RT 04 RW V, Ichwan dan Ketua RT 06 RW III Kelurahan Kendangsari, Ilyas menyatakan merasa terbantu dengan kegiatan ini,” tambah anggota Linmas Surabaya ini. (nanang)