Malang, (bisnissurabaya.com) – Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB Malang Raya dipastikan cukup sekali putaran. Selanjutnya, akan diterapkan skema tatanan hidup baru alias New Normal Life. Penegasan itu dikemukakan Gubernur Jawa Timur/Jatim, Khofifah Indar Parawansa, di Kantor Bakorwil III Malang, Rabu (27/5) malam.

“PSBB sekali saja, kami melakukan rapat teknis dengan tim pakar melihat bagaimana pedoman WHO. Ada enam yang harus dipastikan ketika selesai pembatasan/PSBB. Lalu transisi menuju New Normal,” kata Khofifah. Ada enam poin diantaranya, bukti bahwa persebaran Covid -19 terkontrol, kapasitas kesehatan saat ini masih cukup untuk tes, isolasi di rumah sakit, tracing dan karantina pasien terkonfirmasi. Populasi berisiko harus dilindungi khususnya orang berusia lansia dan individu dengan penyakit komorbid, selalu pakai masker, jaga jarak dan menerapkan protokol kesehatan, risiko penyebaran kasus baru diminimalkan, serta komunitas juga turut aktif dalam melawan penyebaran Covid-19.

“Poin keempat, masih membutuhkan re edukasi dan re sosialisasi. Peningkatan kedisiplinan, tetapi prinsipnya para bupati dan walikota punya komitmen kuat untuk terus distribusi masker. Mengajak masyarakat menjaga penerapan protokol kesehatan terkonfirmasi melalui komunitas terutama melalui kampung tangguh,” pungkasnya. Sebagai informasi, Malang Raya yakni Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu sudah menerapkan PSBB sejak 17 Mei 2020. Menurut hitungan, kata Khofifah, dari masa pelaksanaan PSBB Malang Raya akan berakhir pada 30 Mei mendatang. Bupati Malang HM Sanusi, mengaku sudah mempersiapkan beberapa aspek penunjang untuk menyongsong opsi New Normal Life yang disampaikan Khofifah.

Salah satu langkah yang diambil Pemkab Malang adalah dengan membentuk Kampung Tangguh di 378 Desa dan 12 Kelurahan yang tersebar di 33 Kecamatan di Kabupaten Malang.
”Sudah ada 300 kampung tanguh di Kabupaten Malang. Dalam waktu dekat, seluruh muspika akan kita kumpulkan agar seluruh desa di Kabupaten Malang semuanya menerapkan Kampung Tangguh,” tutup Bupati Malang.
Wali Kota Malang, H Sutiaji, menjelaskan, New Normal atau Normal Baru diberlakukan pada 1 Juni 2020. Yakni usai PSBB Malang Raya selesai diberlakukan. Sutiaji, meyakini Malang Raya tidak membutuhkan PSBB diperpanjang. “Setelah ini kita memasuki New Normal Kota Malang, dimana spirit dan roh yang akan kita bangun beradaptasi pada kondisi masa Covid-19,” tegas Sutiaji.

Pemkot Malang, kata dia, sudah menyusun empat langkah kebijakan usai PSBB. Ia menjelaskan, kebijakan pertama, menyiapkan konsep New Normal Life dengan menyusun detail SOP (Standar Operasional Prosedur) pola hidup sehat dengan protokol pencegahan penyebaran Covid-19. Salah satunya mewajibkan sarana prasarana khusus. Seperti di tempat umum, tempat layanan publik, instansi pemerintah dan swasta. Yakni diwajibkan, menyediakan tempat cuci tangan, lengkap dengan air mengalir dan sabun.
Kemudian menyediakan alat cek suhu tubuh dan membuat laporan harian. Tidak hanya itu, berkegiatan yang menimbulkan kerumuman masyarakat wajib mengikuti protokol kesehatan. Yakni mengenakan masker, mencuci tangan sebelum masuk dan periksa suhu tubuh. Selain itu, berjemur minimal 30 menit di pagi hari hingga mandi dan langsung ganti pakaian setelah beraktivitas di luar rumah.
“Penunjang lain yang ditingkatkan adalah sarana prasarana kesehatan. Kami akan menyiapkan RSUD sebagai RS darurat penanganan Covid-19. Juga menyiapkan rumah isolasi untuk PDP ringan yang ada di Jalan Kawi,” paparnya. (bw)