Sidoarjo, (bisnissurabaya.com) -Hujan yang mengguyur Surabaya dan Siodarjo selama tiga jam membuat banjir jalan protokol kedua kota itu. Apalagi di kawasan Desa Tropodo yang telah mematuhi Stay At Home berminggu-minggu diperparah lagi dengan banjir Kamis (28/5) siang. Ketua Paguyuban RW Desa Tropodo, Moch Kusaini, mengatakan, ratusan warga di desa ini khususnya diRW-03, RW-04, RW-06, RW-07, RW-09, RW-11, RW-13 yang rumahnya kebanjiran. “Daerah yang paling parah di wilayah RW 03. Walaupun kami telah menyiapkan 3 unit pompa swadaya masyarakat, tapi belum dapat mengurangi kondisi banjir yang ada karena banjir meliputi 5 wilayah RW yang bermuara di RW 3.

Sehingga kinerja RW 3 tidak dapat mengatasi,” kata Kusaini. Kondisi ini sudah terjadi sejak 2004, dan banjir kali ini merupakan yang terparah sejak 15 tahun terakhir. Sementara itu, operasional ditanggung secara swadaya oleh warga RW-03 tanpa adanya bantuan dari Pemda Sidoarjo. Sedangkan pemanfaatannya untuk seluruh RW di Desa Tropodo. “Kami juga telah mengirimkan proposal ke Kabupaten Sidoarjo, untuk mendapatkan bantun dan
solusi dalam mengatasi kondisi banjir ini. Namun, sampai saat ini belum ada tanggapan dari pemerintah,” kilahnya.

Karena itu, pihaknya mohon Plt Bupati Sidoarjo, Cak Nur, untuk turun ke lapangan mengecek kondisi riil masyarakat di Desa Tropodo. Khusunya di RW-03 sembari meninjau operasional dan kondisi pompa air RW-03 yang terletak paling pinggir di perbatasan. Karena itu, warga minta perhatiaan dari Plt Bupati Sidoarjo, Cak Nur, supaya warga di desa ini tidak merasa menjadi masyarakat yang termarginalkan. (bw)