Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Wabah virus Corona membuat prihatin semua pihak. Meski demikian, kecanggihan teknologi digitak menjadi alternatif untuk melayani masyarakat. Karena itu, Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional/BKKBN Provinsi Jawa Timur/Jatim melakukan inovasi peningkatan pelayanan publik. Misalnya, membuat media berbasis website, www.siapbahagia.com dan www.absen.kbjatim.info. Penegasan itu dikemukakan Kepala Perwakilan BKKBN Jatim, Drs Sukaryo Teguh Santoso, M.Pd., kepada bisnissurabaya.com di Surabaya Kamis (28/5).

Menurut dia, weeb siapbahagia.com merupakan wadah kegiatan dan atau rangkaian kegiatan untuk memberikan pelayanan keluarga yang dilaksanakan dalam bentuk komunikasi, informasi dan edukasi, konsultasi dan konseling, pembinaan serta rujukan. “Layanan siap bahagia ini sebagai bukti BKKBN Jatim di masa pandemi Covid 19 ini tetap ingin melayani masyarakat, terutama keluarga bahagia,” kata Sukaryo. Ia menyatakan, pelayanan keluarga yang dapat diberikan di PPKS ada sembilan. Diantaranya, informasi kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga.
Pelayanan keluarga remaja dan remaja, pelayanan pra nikah, pelayanan konsultasi keluarga balita dan balita.

 

Pelayanan dan konsultasi KB dan kesehatan reproduksi, pelayanan keluarga lansia dan lansia, pelayanan konseling keluarga harmonis.
Pelayanan Pembinaan Usaha Ekonomi Produktif Kelompok UPPKS serta pelayanan lainnya. Sedangkan ruang lingkup web meliputi, layanan informasi umum di laman utama web, berisi informasi terupdate yang berkaitan dengan layanan-layanan yang ada di Pusyan Gatra dikaitkan dengan situasi sosial terkini. Ruang konsultasi, terdiri dari beberapa bagian terpisah yang membedakan jenis layanan yang diberikan, misalnya ruang konsultasi remaja, ruang konsultasi balita, ruang konsultasi ekonomi kelaurga dan lain-lain. “Melalui ruang ini masyarakat dapat berkonsultasi secara online melalui email, dapat ditindak lanjuti dengan komunikasi lebih intens melalui telepon, WA atau sarana komunikasi lain dengan konselor yang sesuai,” jelas Sukaryo.

Disamping itu, talkshow atau diskusi live dengan ahli untuk membahas permasalahan yang sedang ramai dibicarakan di masyarakat.
Bentuk layanan dapat berkembang sesuai minat dan permintaan masyarakat. Selain masyarakat, menurut dia, pihaknya juga mempermudah karyawan BKKBN Jatim untuk melakukan absen. “Dimasa pandemi Covid 19 ini, karyawan tidak harus absen di kantor. Tetapi absen bisa dilakukan melalui online,” ujar Sukaryo, sambil menjelaskan karyawan bisa melakukan absen lewat www.absen.kbjatim.info. web absen, kata dia, merupakan inovasi dalam penerapan otomasi presensi pegawai, khususnya bagi Penyuluh Keluarga Berencana/PKB yang rencananya akan digunakan serentak mulai 1 Juni lusa. Jumlah PKB yang tidak sedikit, tersebar di seluruh kabupaten kota di Jawa Timur dengan jumlah 2.065 pegawai memerlukan pengawasan yang terpusat untuk menjaga produktivitas dan kedisiplinan.

Sistem presensi daring yang akan di-launching ini mudah diaplikasikan bagi PKB yang bekerja di lapangan dengan hanya menggunakan smartphone atau device lainnya yang terkoneksi GPS. PKB cukup membuka alamat web: www.absen.kbjatim.info, lalu log in dengan menggunakan username dan password masing-masing. Kemudian, PKB akan melakukan swafoto dan mengirim foto tersebut melalui aplikasi. Swafoto yang dikirim telah dilengkapi dengan informasi berupa waktu (hari, tanggal dan jam), dan lokasi serta titik kordinat pengambilan foto. Foto-foto yang telah dikirim dapat disimpan oleh PKB yang bersangkutan sebagai arsip.

Data-data seperti waktu serta lokasi pada foto yang dikirim, secara otomatis akan terekam dalam aplikasi sebagai bukti kehadiran pegawai. Sebelumnya, sistem presensi PKB berbeda-beda di masing-masing kabupaten/ kota. Tidak semua menggunakan sistem daring atau sistem absensi sidik jari, ada pula yang masih menggunakan sistem manual. Kehadiran presensi daring yang diprakarsai oleh Perwakilan BKKBN Jatim dimaksudkan untuk mempermudah kontrol kehadiran pegawai serta upaya digitalisasi pengolahan data dalam pelaporan rekapitulasi kehadiran. Kehadiran presensi online juga dirasa menjadi jembatan yang baik dalam hal pengawasan bersama dengan Mitra OPD KB Kabupaten/ Kota di Jawa Timur dalam upaya peningkatan disiplin PKB. Hal ini sebagai bentuk penerapan prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik. (bw)