Surabaya, (bisnissurabaya.com) Kehidupan baru berdamai dengan covid 19 ramai dibicarakan. Apalagi, Presiden Jokowi mulai mewacanakan kebijakan new normal. Hanya saja, wali kota Surabaya, Tri Rismaharini, menyatakan, masih belum saatnya membahas new normal untuk Kota Surabaya. Menurut dia, tenaga kesehatan di Surabaya saat ini masih berjuang merawat pasien covid-19 yang jumlahnya masih tinggi. wanita pertama yang menjabat Wali Kota Surabaya ini khawatir, masih banyak masyarakat di kota ini belum paham arti tentang new normal. Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, belum mau membahas wacana menerapkan kebijakan new normal.

Dia menyatakan, jika saat ini belum saatnya membahas new normal untuk Kota Surabaya, karena kasus positif covid-19 di kota pahlawan masih tinggi. Tenaga kesehatan-pun hingga kini masih berjuang merawat pasien covid-19 yang jumlahnya mencapai ratusan orang. Wali Kota, Risma, justru khawatir, masyarakat di kota ini belum memahami seratus persen tentang kebijakan new normal tersebut. Risma mengaku, kemungkinan baru akan membahas tentang kebijakan new normal di Surabaya seminggu depan.

Hingga saat ini, belum diketahui kapan penyebaran virus corona mencapai puncaknya. Pasalnya, saat ini masih ada 750 sampel tes swab warga Surabaya yang belum dianalisa.

Berdasarkan data persebaran covid-19 di Surabaya, jumlah kumulatif kasus positif covid-19 di kota pahlawan mencapai 2.095 kasus sesuai data per-tanggal 25 Mei 2020. Sedangkan jumlah pasien yang masih dirawat sebanyak 1.730 orang, pasien sembuh 188 orang, dan meninggal dunia positif covid-19 sebanyak 177 orang. (stady/stv)