Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Nama perempuan itu, Imelda Kusprobowati. Dia bukan siapa-siapa. Wanita yang kerap disapa bunda ini hanyalah seorang pengemudi ojek online/Ojol. Selain itu, Ibu muda yang terlihat manis ini juga bekerja sebagai sekuriti di tempat hiburan malam atau pada event konser musik.
Namun, dibalik penampilannya yang biasa-biasa ini, perempuan berhijab kelahiran Surabaya 1976 ini, mempunyai aktifitas yang sangat luar biasa. Yakni, membagikan susu untuk anak-anak yang kurang beruntung akibat virus corona.

Aktifitas ini dilatarbelakangi oleh curhatan sesama pengemudi ojol yang kesulitan membeli susu untuk anaknya. Temannya bercerita, di musim pandemik covid 19 ini, penghasilannya menurun. Jadi, kalau dapat beli susu, tidak bisa beli beras. Begitu juga sebaliknya. “Sebagai seorang ibu tiga anak, saya bisa merasakan kepedihan ini,” kata Imelda Kusprobowati kepada bisnissurabaya.com di Surabaya Rabu (27/5) pagi.

Di tengah kesulitan keadaan yang menimpa dirinya, bukan berarti sifat iba terhadap orang lain tidak nampak. Buktinya, ketika ibu muda ini harus berhenti bertugas sebagai security ditambah lagi menurunnya pendapatan sebagai pengemudi ojol, hati kecil Imelda, masih terusik. Ia mencari cara untuk bisa membantu anak-anak kurang beruntung ini supaya bisa tetap minum susu.

Imelda saat mendistribusikan susu. (Foto/nanang)

Akhirnya, warga Jambangan ini menuliskan keinginan tersebut dan mengunggahnya ke media sosial facebook. Dari sanalah, dia bisa bertemu dan berkomunikasi dengan para donatur yang siap memberi bantuan susu. “Alhamdulillah, sampai hari ini kami sudah mendistribusikan lebih dari 100 dos susu untuk anak-anak di daerah Darmo Kali, Ngagel, Gembong Tebasan, dan Kebangsren,” jelas alumni STIE Satya Widya ini.

Walaupun tidak mendapatkan keuntungan apapun dari aktivitas ini, Imelda, tetap senang dengan kegiatan ini. Benar saja, rupanya Allah SWT tidak tinggal diam. Banyak orang yang digerakkan hatinya untuk membantu meringankan beban perempuan asli Dukuh Kupang ini, termasuk dalam mencukupi kebutuhan bensin untuk operasional sehari-hari.
‘’Banyak keajaiban saya alami akhir-akhir ini. Misalnya, tiba-tiba ada order untuk membelikan makanan,’’ cerita ibu dari Althaf, Abidzan, dan Adelia ini. Demikian juga saat dirinya, mengantar pesanan kemudian diberi uang lebih. Bahkan, dia mengaku, pernah dibelikan bensin oleh orang tak dikenal sebagai wujud permintaan maaf karena telah menyerobot antrian sewaktu di SPBU.
Meski wabah corona belum jelas kapan berakhir, Imelda, tetap bersemangat untuk menjalankan aktifitas mulia ini. Karena itu, dia rajin mencari info kepada teman-temannya tentang keberadaan anak-anak yang perlu diberi bantuan susu.

Kondisi perekonomian ini sebenarnya juga menimpa dirinya. Namun, hal itu tidak menyurutkan semangat Imelda, untuk terus berbagi kebaikan dan kebahagiaan antar sesama. “Melihat keadaan dan aktifitas yang terus saya lakukan ini, salah seorang teman pernah berkomentar orang susah kok nolong orang susah,” pungkas Imelda. (nanang)