Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Jumlah pelanggaran di akhir Pembatasan Sosial Berskala Besar/PSBB tahap dua, terus meningkat. Ribuan pengendara roda dua terpaksa disuruh putar balik petugas, karena bukan warga Surabaya. Bahkan sejumlah pengemudi roda empat yang melanggar aturan PSBB, sempat terlibat perdebatan dengan petugas, karena harus dihentikan dan putar balik. PSBB tahap dua di Surabaya Raya, berakhir Senin (25/5) pukul 24.00 WIB. Namun, jumlah pelanggaran PSBB diketahui terus meningkat. Bahkan hingga Senin (25/5), jumlah pengendara motor yang melanggar aturan PSBB di Check Point Bundaran Waru ini mencapai 1.300 orang, dan jumlah itu terus bertambah. Para pengendara motor yang terpaksa putar balik, adalah mereka yang bukan warga Surabaya atau tidak memiliki KTP Surabaya. Tak hanya itu, para pengendara yang berboncengan dan bukan satu alamat, wajib putar balik. Petugas Chek Point PSBB di Bundaran Waru, Mahmud, mengatakan, untuk pengemudi roda empat yang melanggar mencapai 380 kendaraan terpaksa harus putar balik, karena mengangkut penumpang lebih dari 50 persen kapasitas. Selain itu, penumpang yang berada di samping sopir, harus pindah ke belakang. Bahkan sejumlah pengemudi roda empat yang melanggar aturan PSBB, sempat terlibat adu mulut karena harus putar balik dan memindah penumpang ke kursi belakang. Dengan meningkatnya jumlah pelanggaran PSBB di Surabaya Raya ini, maka dibutuhkan adanya penerapan sanksi ketat untuk memberikan efek jera dan menekan angka pelanggaran. Hal ini diharapkan agar penerapan PSBB, mampu menekan penyebaran covid-19 yang hingga kini dinilai kurang efektif. (feri,stv)