Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Sebanyak 10.000 lebih warga binaan pemasyarakatan yang ada di berbagai rutan atau lapas di Jawa Timur/Jatim, mendapatkan remisi khusus Idul Fitri. Dari jumlah tersebut, 57 orang diantaranya langsung bebas.

Hal ini disampaikan Kakanwil Hukum dan HAM Jatim, Krismono, Jum’at (22/4). Menurut dia, hingga 22 Mei kemarin, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan telah menyetujui 10.107 warga binaan pemasyarakatan yang mendapatkan remisi. Dari jumlah tersebut, 57 orang diantaranya langsung dinyatakan bebas.

Sementara itu, yang berhak mendapatkan remisi Idul Fitri hanya mereka yang beragama islam, serta berkelakuan baik dalam kurun waktu remisi berjalan. Untuk tindak pidana umum harus telah menjalani pidana minimal enam bulan, dan untuk pidana anak harus telah menjalani pidana lebih dari tiga bulan dihitung sejak tanggal penahanan sampai Hari Raya Idul Fitri tahun 2020. Remisi yang diberikan paling sedikit 15 hari, dan paling lama 2 bulan.
Krismono juga menekankan bahwa ini bukanlah bentuk obral hukuman. Namun, menjadi cerminan bahwa pembinaan di lapas atau rutan berjalan dengan baik. Mengingat hak mendapatkan remisi baru bisa didapatkan ketika warga binaan pemasyarakatan memenuhi persyaratan yang sudah ditentukan. (agung/stv)