Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Dapur umum Pemprov Jatim resmi ditutup. Beberapa hari sebelum Pembatasan Sosial Berskala Besar/PSBB ditetapkan untuk Kota Surabaya, Kabupaten Gresik, dan Sidoarjo. Pemerintah Provinsi Jawa Timur/Jatim dan Muspida membuka dapur umum di 3 Kota/ Kabupaten tersebut. Untuk Kota Surabaya, dapur umum di tempatkan di Lapangan Tenis Kodam V Brawijaya di Jl. Hayam Wuruk, dan bertindak tenaga lapangan yang mengoperasionalkan dapur umum tersebut adalah Taruna Siaga Bencana/Tagana yang di Bawah Kendali Operasi/BKO Dinas Sosial Provinsi Jatim, dibantu oleh pasukan Perbekalan Angkutan (Bekang) Kodam V/ Brawijaya, dan Brimob Polda Jatim. Setiap hari dapur umum ini menyediakan menu nasi bungkus untuk buka puasa dan sahur sebanyak 2.200 bungkus sekali masak. Ada pembagian tugas dalam pelaksanaan penyiapan menu sehari- hari, Personel TNI memasak nasi, Brimob Polri mengolah lauk setengah jadi, dan Tagana memasak lauk dan sayur. Setiap hari menu sayur dan lauk selalu berganti, mulai dari ayam goreng, telur dadar, ikan lele, ikan patin, tahu Bali, tempe goreng, sedangkan sayurnya antara lain tumis buncis, tumis terong balado, dan mie goreng. “Alhamdulillah, walaupun pekerjaan ini menjenuhkan dan melelahkan. Namun, teman- teman Tagana mengerjakan nya dengan penuh semangat dan hati yang gembira,” kata Pengurus Tagana Jatim, Priyo Prasodjo kepada bisnissurabaya.com Jum’at (22/5). Keberadaan Tagana di dapur umum dibagi dalam 2 sift yang terdiri dari 8 sampai 10 personel. Mereka melakukan pekerjaan persiapan seperti mengupas, mengiris, merajang, dan pekerjaan utama memasak seperti menggoreng, dan merebus. Kemudian juga mencuci peralatan masak setelah pekerjaan utama selesai dilakukan.

Untuk tugas membungkus dilakukan oleh personel Polisi dan dari Batalyon milik Kodam V Brawijaya. Setelah nasi bungkus siap, maka diambil oleh personel Kodim dan Babinsa Koramil untuk didistribusikan kepada warga masyarakat di wilayahnya.
Para petugas dapur umum menjadi semangat dalam melaksanakan tugasnya, saat mendapat kunjungan dari Gubernur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Ketua DPRD Sahat Tua Simanjuntak, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Widodo Iryansyah, dan Kapolda Jatim Irjen Pol. Luki Hermawan (saat itu-red).
Satu hal yang sangat diingat oleh Tagana yang bertugas di dapur umum, adalah saat dipuji oleh Pangdam V/Brawijaya karena piawai dan cekatan dalam menggoreng ikan lele. “Bapak Pangdam terheran heran dengan cara Tagana menggoreng lele, kata beliau hebat Tagana kalau menggoreng lele, tidak ada satupun kepalanya yang putus. Memang seharusnya begitu, kita tidak boleh menyajikan menu lele buntung kepada masyarakat penerima bantuan,” jelas laki-laki yang akrab disapa Jefri ini. Penugasan dapur umum di era covid 19 ini termasuk cukup lama, karena hampir 1 bulan pelaksanaan. Banyak suka duka dan pengalaman baru yang didapatkan oleh anggota Tagana selama melaksanakan tugas ditempat ini. Yang paling mengesankan namun menyedihkan, adalah berpulangnya ke rahmatullah, Kepala Seksi Bantuan Korban Bencana Alam Dinas Sosial Jatim selaku Pembina Teknis Tagana, Ita Listiani yang hampir tiap malam mengantarkan bahan kebutuhan sehari-hari dapur umum. “Kepergian Mbak Ita jelas mengagetkan dan sangat memukul, kami merasa sangat kehilangan beliau,” tambah Arek Suroboyo asli Kupang Praupan ini.

Setelah sekian lama beroperasi, maka tepat Jum’at (22/5), dapur umum Pemerintah Provinsi Jatim di Lapangan Tenis Kodam V Brawijaya resmi ditutup.
Upacara penutupan dapur umum dilaksanakan di halaman Dinas Sosial Jatim di Gayung Kebonsari dipimpin Sekretaris Dinas Sosial Jatim, Novi dan Kepala Bidang Bantuan Sosial, Anas.V”Ibu Novi, atas nama Pemprov Jatim mengucapkan terima kasih atas kerja keras Tagana di dapur umum selama ini,” pungkas pria tegap berkacamata ini.
Pada kesempatan ini juga dibagikan paket bantuan sembako untuk 50 personel Tagana dari BP Jamsostek. Pemberian bantuan ini merupakan bentuk apresiasi dari lembaga sosial milik pemerintah yang dulu bernama BPJS Ketenagakerjaan tersebut. (nanang)