Gresik, (bisnissurabaya.com) Puluhan gelandangan dan pengemis atau gepeng, di Kabupaten Gresik, terjaring razia Satpol PP dan polisi. Gepeng yang mayoritas berasal dari luar daerah Gresik ini langsung dipulangkan ke daerah asal. Operasi gepeng ini rutin dilakukan jelang Idul Fitri, sekaligus sebagai upaya pencegahan virus covid 19 dari luar daerah. Razia dilakukan di wilayah Bundaran Gresik Kota Baru, Perumahan GKB, Kecamatan Manyar, menjelang bukan puasa.

Selain dari Gresik, mayoritas gepeng berasal dari Kabupaten Bojonegoro, Lamongan, Tuban, dan Ngawi. Ada juga yang dari Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Salah seorang Kepala Desa, dari wilayah tempat tinggal gepeng inipun dipanggil ke lokasi, untuk dilakukan pendataan sekaligus penjemputan warganya yang menjadi gepeng. Saat dimintai keterangan terkait aktivitas warganya yang menjadi gepeng, Kepala Desa ini berdalih sudah memberikan bantuan terkait dampak virus covid 19.

Sementara itu, Nyonirah, gepeng asal Kapas, Bojonegoro ini mengaku dia sudah lebih dari 10 tahun di Gresik, tetapi, alamat tinggalnya di Bojonegoro. Selama di Gresik, awalnya dia bekerja sebagai pemulung sampah. Namun, hal ini tidak dilakukan karena peluang menjadi gepeng lebih menjanjikan selama bulan ramadhan. Sementara itu, Assisten Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Gresik, Tursilowanto Hariogi, mengatakan, ada 50 gepeng yang terjaring razia dan langsung di pulangkan ke daerah asal. Dari 50 gepeng yang diamankan, ada beberapa gepeng asal Gresik yang telah berkali-kali diamankan. Namun, kembali melakukan aktifitas yang mengganggu ketertiban umum. Kasat Pol PP Abu Hasan, menambahkan, para gepeng ini bekerja musiman, dan mereka yang biasanya bekerja sebagai pemulung. Lantaran sepi, mereka akhirnya mengemis, dan aktifitas para gepeng ini sangat mengganggu lalu lintas dan aktifitas masyarakat di Gresik sehingga petugas melakukan penertiban. Gepeng asal luar daerah akan dipulang langsung dan pihak Kabupaten Gresik berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah asal gepeng. Salah satunya, sebagai pencegahan penyebaran covid 19, untuk dilakukan pemulangan.
Sementara, untuk gepeng asal Gresik akan dipulangkan ke desa masing-masing melalui Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Desa. Penertiban yang dilakukan Pemkab Gresik ini juga untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Apalagi di Gresik, sedang masa penerapan PSBB. (bashoir/stv)