Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Jawa Timur/Jatim berpotensi menjadi klaster besar di Indonesia. Sebab, di tengah pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar/PSBB, pertambahan kasus baru warga terkonfirmasi positif tembus 451 orang. Dari jumlah itu, Surabaya menjadi wilayah penyumbang terbanyak mencapai 311 orang. Di tengah PSBB, di Surabaya Raya dan Malang Raya, pertambahan kasus baru warga terkonfirmasi positif di Jatim melonjak drastis.

Penegasan itu dikemukakan Ketua Kuratif Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi di Surabaya Kamis (21/5) kemarin. Ia mengatakan, pertambahan kasus baru positif covid-19 di provinsi ini tembus 451 kasus. Penambahan kasus terkonfirmasi positif covid-19 di Jatim menjadi tertinggi sepanjang masa pandemic covid-19. Dari jumlah pertambahan kasus baru ini, Surabaya menjadi penyumbang kasus baru positif covid-19 terbesar dengan jumlah 311 orang.

Diurutan kedua tambahan kasus positif baru disumbang Kabupaten Sidoarjo sebanyak 57 orang. Disusul tambahan kasus baru terkonfirmasi positif dari Kabupaten Probolinggo sebanyak 31 orang. Selain itu, tambahan kasus baru di Gresik juga mencapai 27 orang. Kota Malang 3 orang, dan tambahan 2 kasus baru juga disumbang masing-masing dari Kota Pasuruan, Kota Batu, Kabupaten Mojokerto, Lamongan, Bangkalan, dan Bojonegoro. Sedangkan, Kota Blitar, Kabupaten Kediri, Kota Probolinggo, Magetan, Kabupaten Malang, Tuban masing-masing menyumbang 1 orang.

Mengantisipasi kian banyaknya kasus positif, menjelang hari raya idul fitri, Gubernur menghimbau warga Jawa Timur tetap stay at home, dan menghindari adanya kerumunan. Karena kerumunan berpotensi menjadi titik penyebaran virus covid 19. Disisi lain, kasus PDP di Jatim sampai hari ini sebanyak 5.267 orang, dan ODP 23.271 kasus, dan untuk kasus terkonfirmasi positif covid-19 yang tengah dirawat, kasus PDP dan ODP yang masih aktif sebanyak 8.547 orang. (feri/stv)