Surabaya, (bisnissurabaya.com) -Badan Narkotika Nasional Provinsi BNNP Jawa Timur/Jatim membongkar praktik pembuatan sabu-sabu home industri di Semarang. Ironisnya, praktik home industri barang haram tersebut melibatkan eks pemain Persela, pemain aktif klub liga 2 bernama Persatuan Sepak Bola Hizbul Wathon PSHW hingga petinggi di Askot PSSi Jakarta Utara.

Penangkapan empat pelaku yang terlibat dalam sindikat home industri sabu-sabu dilakukan di Semarang Jawa Tengah. Keempat tersangka ditangkap saat melakukan transaksi di sebuah hotel di kawasan Bandara Juanda Sidoarjo. Dalam penangkapan tersebut petugas BNNP Jatim menyita barang bukti sabu buatan sendiri seberat 5 kilogram. Sindikat ini, ternyata melibatkan eks pemain liga 1 hingga pemain aktif di klub liga 2. Keempat nya adalah M. Choirun Nasirin, seorang kiper klub liga 2, bernama PSHW. Eko Susan Indarto, mantan pemain persela Lamongan, Dedi Manik mantan wasit sekaligus salah satu Askot PSSI Jakarta Utara dan Novin Ardian, Driver pribadi Dedi Manik.

Pasca melakukan penangkapan di Sidoarjo petugas BNNP kemudian melakukan penggerebekan home industri sabu-sabu di kawasan Mijen Semarang. Didalam home industri tersebut, Dedi Manik, meramu sabu-sabu dengan bahan racikan sesuai resep salah seorang bandar di Malaysia, yang dihubungi via video call.

Sementara itu, Kepala BNNP Jatim, Brigjen Pol Bambang Priyambodo, mengatakan, praktik home industri sabu-sabu tersebut sudah berjalan sejak Januari lalu. Dalam sehari, Dedi Manik dibantu Novin Ardian, memproduksi sabu-sabu sebanyak 5 kilogram. Sedangkan untuk Choirun Nasirin dan Eko Susan Indarto, berperan sebagai pembeli sabu dan biasa diedarkan di sekitaran Jatim.

Petugas BNNP Jatim masih menyelidiki dugaan sabu diedarkan kesesama pemain bola di Indonesia. Sementara, keempat tersangka dijerat dengan pasal berlapis. Yaitu pasal peredaran narkoba dan pasal memproduksi narkoba dengan ancaman hukuman mati. (farid/stv)