Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Setelah bekerja ekstra Polisi berhasil mengungkap praktik penjualan tempat hunian fiktif yang dilakukan seorang direktur sebuah perusahaan, di sekitar Jemur Gayungan Surabaya. Hunian yang diberinama Green Ar-rayah itu diperjual belikan tersangka. Padahal, tanah tersebut masih berstatus milik orang lain. Kanit Harda Satreskrim Polrestabes Surabaya, Iptu Pol Giadi Nugraha, mengatakan, kerja keras polisi membongkar praktik penyalahgunaan tanah bukan miliknya, yang dijual dan diiming-iming akan dibangun perumahan atau hunian, di sekitar Jalan Jemur Gayungan Surabaya pertengahan Maret lalu akhirnya terkuak. M-T, 34 tahun, yang diketahui merupakan seorang Direktur Utama PT JSI, yang bergerak pada bidang developer perumahan itu ditangkap.

Dalam praktiknya, tersangka melakukan aktifitas jual beli tanah seluas 573 meter persegi. Tanah itu rencananya akan dipecah dan dibangun menjadi 10 unit rumah dua lantai, dengan luas 46 x 12,5 meter. Namun, setelah ditelusuri, polisi mendapati bahwa tersangka belum menyelesaikan status haknya karena masih berstatus SHM milik orang lain, sehingga melanggar ketentuan yang berlaku. Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 154 Undang-undang No 1 tahun 2011 tentang perumahan dan pemukiman, dengan ancaman 5 tahun penjara.(farid/stv)