Surabaya,(bisnissurabaya.com) -Surat izin pelaksanaan sholat iedul fitri di Masjid Agung Al Akbar Surabaya akhirnya dicabut. Keputusan itu, setelah Pemprov Jatim melalukan rapat koordinasi dengan jajaran pengurus Masjid Al Akbar di Grahadi, Senin (18/5) sore. Pencabutan surat izin menggelar sholat idul fitri ini dilakukan Pemprov Jatim sebagai upaya mengakhiri polemik yang terjadi.

Setelah melakukan rapat koordinasi dengan pengurus Masjid Al Akbar Surabaya di Grahadi, pada Senin (18/5) sore, melalui Sekretaris Daerah/Sekda Provinsi Jawa Timur, Heru Tjahjono, resmi mencabut surat himbauan kaifiat takbir dan sholat Idul Fitri untuk Masjid Al Akbar Surabaya.

Surat himbauan yang dibuat pada 14 Mei tersebut resmi dicabut, sebagai upaya mengakhiri polemik yang terjadi, atas beredarnya surat himbauan yang memperbolehkan Masjid Al Akbar Surabaya menggelar sholat Idul Fitri berjamaah tersebut dengan ketentuan protokol kesehatan yang ketat.

Sementara, pihak pengurus Masjid Al Akbar Surabaya mengiringi keputusan Pemprov Jatim tersebut, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan merujuk hasil rapat dan surat terbaru dari Sekdaprov Jatim, maka Masjid Al Akbar Surabaya memutuskan tidak melaksanakan sholat Idul Fitri 1 Syawal 1441 hijriyah.

Sebelumnya, Pemprov Jatim mengeluarkan surat himbauan kaifiat takbir dan sholat Idul Fitri untuk Masjid Al Akbar Surabaya pada 14 Mei lalu, dimana dalam isi surat tersebut memperbolehkan Masjid Al Akbar Surabaya menggelar sholat Idul Fitri berjamaah dengan beberapa syarat protokol kesehatan covid-19. Namun, karena jumlah persebaran covid-19 di Surabaya dan Jatim masih tinggi, surat himbauan tersebut menuai pro dan kontra yang akhirnya resmi dicabut. (feri/stv)