Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Kebijakan perpanjangan pembatasan sosial berskala besar di DKI Jakarta hingga tanggal 22 Mei dinilai tindakan blunder. Sebab, kebijakan itu dianggap membuka kran mudik dari Jakarta ke Jawa Barat , Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kepala dinas perhubungan Jawa Timur bersikeras memberi masukan kepada dirjen perhubungan darat untuk memperpanjang PSBB DKI Jakarta hingga 31 Mei.

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur/Jatim, Nyono, dalam konferensi pers gugus tugas percepatan penanganan covid-19 Jatim , di Grahadi, menyatakan, kebijakan perpanjangan PSBB DKI Jakarta hingga 22 Mei dianggap blunder.

Hal ini dikarenakan, membuka kran mudik warga Jakarta yang akan ke Jawa Barat, Jawa Tengah, serta Jawa Timur di tengah masih tingginya persebaran covid-19. Kepala Dinas Perhubungan Jatim menegaskan, dirinya berupaya keras memberi masukan dirjen perhubungan darat untuk memperpanjang penerapan PSBB DKI jakarta hingga 31 Mei mendatang, sesuai dengan peraturan menteri perhubungan nomor 25 tahun 2020 tentang larangan mudik.

Hingga saat ini, Nyono, menyatakan, larangan mudik masih berlaku. Sementara, terkait mudik lokal, Nyono, menjelaskan, mudik lokal yang diperbolehkan hanya untuk antar kota terintegrasi yang melaksanakan PSBB. Seperti Surabaya menuju Sidoarjo, Surabaya menuju Gresik, ataupun sebaliknya. Warga di luar tiga daerah tersebut, dilarang untuk masuk atau keluar dari kawasan PSBB. (feri/stv)