Sidoarjo, (bisnissurabaya.com) -Agar pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar/PSBB tahap dua berjalan efektif, sosialisasi terus dilakukan elemen tiga pilar. Yakni, TNI, Polri dan perangkat desa.

Tidak hanya di wilayah perkotaan, sosialisasi dari Polresta Sidoarjo bersama Kodim 0816 Sidoarjo dan instansi terkait penerapan PSBB tahap dua untuk memutus mata rantai Covid-19, dilakukan di desa terpencil Kamis (14/5).

Dengan mengendarai sepeda motor, dipimpin langsung Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji bersama Dandim 0816 Sidoarjo Letkol Inf M Iswan Nusi, rombongan menuju ke Desa Pucukan, Gebang, Sidoarjo.

Saat bertemu warga pesisir di lokasi, Kapolresta Sidoarjo bersama Dandim 0816 mensosialisasikan hidup bersih, hidup sehat dan menerapkan kawasan physical distancing sebagai langkah mencegah penularan Virus Corona. Selain itu, juga dijelaskan tentang perbedaan PSBB tahap satu dan dua.

“Warga yang keluar rumah karena ada urusan pekerjaan atau kepentingan lain, harus seizin RT/RW setempat serta membawa bukti surat keterangan dari RT/RW. Jika melewati pos check point dan diperiksa petugas bila menyalahi peraturan dalam PSBB tahap dua, maka akan dikenai sanksi sosial,” kata Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji kepada warga Desa Pucukan.

Sanksi sosial dalam PSBB tahap dua di Kabupaten Sidoarjo, adalah pelanggar akan menjadi relawan Covid-19, membantu di dapur umum, membersihkan tempat ibadah, membersihkan fasum, ikut membersihkan makam, hingga ikut membantu memakamkan jenazah Covid-19, dan sanksi sosial lainnya.

Sementara itu, Dandim 0816 Sidoarjo Letkol Inf M Iswan Nusi, pada kesempatan ini menghimbau, semua perangkat desa hingga pengurus RT/RW ikut terlibat secara masif guna memutus mata rantai Covid-19 di wilayahnya. “Mari kuatkan kebersamaan dan sinergitas bersama warga, agar pelaksanaan PSBB tahap dua dan upaya menekan penyebaran Covid-19 dapat berjalan maksimal,” pesannya. (rin)