Malang, (bisnissurabaya.com) – Hari pertama Sosialisasi Pembatasan Sosial Berskala Besar/PSBB Malang Raya, mendapat perhatian khusus. Karena itu, Gubernur Jawa Timur/Jatim, Khofifah Indar Parawansa, bersama Forkopimda meninjau kesiapan pelaksanaan PSBB di Malang Raya di pasar tradisional di Kota Malang. Peninjauan ini terkait dengan pelaksanaan format Ganjil Genap di pasar tradisional, menjadi penting untuk tetap menjaga roda perekonomian sekaligus menjaga kesehatan penjual dan pembeli. “Jangan sampai pasarnya tutup, proses jual beli perdagangan tetap jalan, tetapi menjaga kesehatan juga harus dilakukan,” kata Gubernur Khofifah, seusai berkeliling meninjau Pasar Klojen, Kota Malang pada Kamis (14/5). Format ganjil genap seperti di Pasar Klojen, diharapkan Gubernur perempuan Jatim ini agar bisa diikuti pasar-pasar lainnya.

Hari ini, ada empat pasar besuk menurut wali kota Malang akan dikembangkan di 26 pasar lain yang akan menerapkan format ganjil genap yang akan dimulai Jum’at (15/5). “Kata Pak Wali, 26 pasar di kota Malang akan menggunakan ganjil genap semua. Semoga efektif untuk menjaga perekonomian masyarakat tetapi kesehatan tetap terlindungi,” tutur Khofifah. Pelaksanaan format ganjil genap sendiri dilakukan dengan sistem penomoran di setiap stand penjual sebagai acuan jadwal berjualan.

Pada hari pertama sosialisasi PSBB ini, jadwal penjual bernomor stand ganjil yang mendapat giliran berjualan. Sementara stand dengan nomor genap bisa berjualan keesokan hari. “Masing-masing penjual sudah tahu, bahwa hari ini yang ganjil yang berjualan. Besok yang genap yang berjualan,” imbuhnya.

Dengan format seperti ini, terlihat beberapa stand kosong tanpa penjual maupun barang dagangannya. Sehingga, format Physical Distancing pun bisa tetap terjaga. Protokol kesehatan lainnya juga terlihat disetiap penjuru pasar. Penempatan hand sanitizer dan pengukuran suhu tubuh juga terlihat di pintu masuk pasar. Hal tersebut tak lain untuk menjaga securitas pada penjual dan pembeli yang tengah berbelanja.

“Jadi Physical Distancing berseiring dengan proses perekonomian supaya roda ekonomi tetap bergulir,” ujar Gubernur yang pernah menjabat sebagai Menteri Sosial RI ini. Didampingi Walikota Malang Sutiaji, Gubernur Khofifah, menyampaikan harapan besar agar format ganjil genap juga bisa diterapkan di wilayah selain Malang Raya. “Format ini tidak hanya untuk yang sedang PSBB, saya rasa se-Jawa Timur dan daerah-daerah lain juga bisa dijadikan role model,” tutup Khofifah. (bw)